Pola Pemikiran Ahok yang Memukau

Basuki Tjahaya Purnama

Ahok? Tentu kita sangat mengenal sosok bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama, sosok ini sudah menjadi pioner hampir di seluruh Indonesia semenjak menjadi sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Jokowi. Rasanya cukup beralasan sehingga Ahok bersanding dengan Jokowi, awalnya mungkin ada keraguan Ahok mendampingi Jokowi. Namun setelah beberapa waktu berjalan, ternyata Ahok tak lebih juga tak kurang dari Jokowi. Ahok pun punya ciri khas yang menawan dan ketegasan terhadap sikapnya. Dari sinilah hampir semua orang mulai menyarungkan api kebencian dan kesukaan terhadap Ahok!

Ahok tidak hanya terkenal sebagai sosok yang ganteng dari fisik, namun pemikiran dan keputusannya sering kali membawa perdebatan di banyak kalangan. Ahok memang terkenal dengan argumen-argumen pedas yang kemudian menimbulkan kontroversi. Ahok terkesan sangat berani bertindak dalam berbagai hal tanpa memikirkan buntut panjang mengekor di belakang setiap kebijakannya. Ahok selalu mempertimbangkan kemaslahatan umat dalam setiap perlakuan yang sudah ditentukannya. Begitulah Ahok, punya ciri tersendiri dalam menarik simpati, walau kemudian simpati yang muncul tidak hanya positif melainkan berbau negatif yang berkepanjangan.

Ahok yang Kontroversi

Pemilihan Ahok sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta tidak terlepas dari kontroversi. Perdebatan panjang dimulai bukan karena pola pemikiran panjang Ahok melainkan agama Ahok yang berbeda dengan kaum mayoritas Jakarta. Kehidupan Jakarta yang berpenduduk Muslim menjadikan Ahok sebagai ketakutan tersendiri, Ahok muncul dan terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta dan bukan seorang Muslim.

 

Inilah paradigma yang terus menguras pikiran banyak kalangan untuk menggusur Ahok dari kursi kepemimpinannya. Berbagai kalangan yang katanya taat terhadap agama Islam cenderung mencari celah menjatuhkan Ahok dari posisi wakil. Banyak alasan yang mereka gali untuk mencari kesalahan-kesalahan Ahok. Memang tidak semua kalangan melakukan hal demikian, sebagian saja yang selalu mengelu-elukan dasar agama padahal tidak sekuat yang mereka amalkan.

 

Kenapa demikian? Niscaya kepercayaan seseorang itu bukan alasan untuk memerangi kreativitas dan inovasi. Ahok memang bukan berasal dari Muslim, namun pemikirannya jauh di atas seorang Muslim taat yang selalu membawa-bawa nama agama ke mana pun langkah tergerak. Ahok berjalan di atas dasar agamanya sendiri dan melakukan peraturan bahkan seperti peraturan Islam. Inilah yang kemudian menjadikan Ahok disayang dan dibenci. Kebencian yang terpola karena tidak sanggup melakukan gebrakan yang sudah Ahok lakukan untuk membangun Jakarta lebih baik.

 

Terlepas dari keyakinan yang diyakini seorang Ahok, tokoh ini patut dipertimbangkan dalam memimpin bangsa, tidak hanya Jakarta. Ahok berjalan di atas keyakinan bahwa segala sesuatu menjadi mungkin jika dilakukan bukan hanya menandatangani kontrak kerja lalu berdesas-desus tanpa kinerja. Kedisplinan Ahok patut diacungi jempol dan dituruti oleh semua kalangan jika mereka ingin maju dan berkembang.

 

Agama Ahok memang sudah kontroversi, orang meragukan seorang nonmuslim memimpin muslim kebanyakan. Namun kenyataannya berkata lain, Ahok sama sekali tidak melarang perbuatan yang diperintah Islam. Ahok pun mengikuti alur ke mana larangan itu membawa petaka pada lingkungan Jakarta. Tentu saja, larangan Ahok bersifat universal tidak hanya muslim saja yang dapat menjalankannya melainkan seluruh umat di Jakarta.

 

Ahok seakan mendengungkan Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku! Yang dalam Islam sudah menjadi sebuah perintah yang tertuang dalam al-Quran. Agama Ahok boleh diperdebatkan sampai kapan pun, selama Ahok tidak memerintah warga Jakarta mengikuti keyakinannya!

 

Pemikiran yang Lugas

Banyak keputusan Ahok yang menjadi masalah bagi sebagian kalangan, namun Ahok tidak serta merta memutuskan suatu putusan tanpa mempertimbangkan baik buruk. Sebagai orang yang menjadi pilihan dan dirasa mampu memimpin Jakarta, Ahok punya pemikiran yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Masalah yang muncul di Jakarta bisa diatasi Ahok dengan sebuah keputusan yang kemudian ditentang.

 

Hadirnya Ahok sebagai Wakil Gubernur Jakarta menjadi petaka bagi sebagian orang yang tidak suka pemikirannya. Ahok telah memimpin Jakarta menjadi lebih baik tanpa kendala baik infrastruktur yang semakin kacau pola hidup masyarkat Jakarta yang semakin ego.

 

Keputusan Ahok terkadang tidak bisa dicerna dengan baik oleh sebagian kalangan, misalnya saat Ahok menegaskan warga Jakarta yang tinggal di rumah susun tak perlu membeli mobil pribadi ditangkap sebuah iri dari Ahok. Namun jika ditelaah lebih lanjut Ahok mengeluarkan pendapat demikian karena banyak pertimbangan. Warga Jakarta lebih memilih beli atau kredit mobil mewah dibandingkan rumah, malah mereka lebih memilih tinggal di rumah susun. Dalam hal ini pemikiran Ahok jauh beberapa langkah lebih maju dibandingkan warga yang keberatan atas keputusan ini. Bayangkan saja, betapa untungnya warga Jakarta yang menuruti permintaan Ahok ini, menjual mobil lalu memikirkan rumah permanen lebih baik dari pada masih tinggal di rumah susun. Masalah ini memang kecil, namun pemikiran Ahok untuk kemaslahatan warga Jakarta jauh lebih banyak manfaat dari pada mudharat. Jadi, bukan hanya untuk membuang macet namun juga untuk masa depan warga Jakarta yang semakin membludak dalam kemewahan.

Ahok selalu memulai dari hal-hal kecil, yang luput dari pandangan kita dan kemudian menjadi masalah besar. Memulai pemecahan masalah dari yang terkecil adalah sebuah keputusan yang sangat tepat. Masalah yang kecil jika dipecahkan tidak akan membesar dan tidak akan merugi.

Banyak pemikiran Ahok yang luput dari pandangan warga Jakarta yang sebenarnya untuk kepentingan mereka. Sosok Ahok yang tegas, lugas dan selalu berprinsip menjadikannya sebagai panutan warga Jakarta. Rasanya, cocok pasangan Jokowi-Ahok memimpi Ibu Kota. Jokowi punya khas tersendiri dan Ahok punya khas tersendiri.

Ahok belum tentu benar pada semua hal, paling tidak selama ini keputusan Ahok menguntungkan Ibu Kota Indonesia!

Sumber : kompasiana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s