Walikota Subulussalam Diprotes FAKTA

Meurah Sakti,SH Walikota Subulussalam

Subulussalam,Orbit : Kebijakan Walikota Subulussalam Meurah Sakti, SH mengangkat dan melantik Abdul Malik Kombih, SPd.I sebagai Camat Kecamatan Rundeng pada Jumat (20/1)  Forum Anti-Korupsi dan Transparansi Anggaran. Protes Pasalnya, pejabat yang dilantik tersebut diketahui merupakan bekas narapidana juga pada saat dilantik masih berstatus sebagai tersangka untuk kasus yang lain.

“Pejabat yang dilantik itu merupakan mantan narapidana kasus pemukulan salah satu aktivis LSM Kota Subulussalam dan dia sendiri saat ini masih terikat persoalan hukum sebagai tersangka untuk kasus pengancaman yang saat ini ditangani Kejaksaan Negeri Singkil,” ungkap Divisi Investigasi FAKTA Ardhianto kepada wartawan Orbit, bebrapa hari yang lalu Via selulernya pada saat itu juga  menjelaskan keberadaannya di Banda Aceh.

Ardhian menyebutkan, pihaknya sangat menyayangkan kebijakan dilakukan Walikota Subulussalam dengan mengangkat sesesorang yang punya track record buruk dan punya kebiasaan melakukan pola-pola kekerasan. Selain itu, masih kata Ardhian, Rundeng sebagai Kecamatan paling barat Kota Subulussalam tentu membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya arif dalam bertindak tetapi harus siap sedia melayani segara urusan pelayanan di tingkat pemerintahan kususnya di kecamatan itu sendiri.

“Ini akan jadi preseden buruk bagi tata kelola pemerintahan di Kota Subulussalam terutama dalam mempromosikan seseorang menempati jabatan tertentu. Maka karenanya kami menyampaikan protes keras,” tegas Ardhian.

Ardhianto mengatakan, pengangkatan seseorang yang masih tersangkut perkara hukum jelas akan berdampak tidak baik pada kualitas pelayanan di tingkat pemerintahan. Padahal, kata Ardhian lagi, Kota Subulussalam sebagai daerah yang baru dimekarkan membutuhkan kualitas dan kuantitas pelayanan maksimal untuk mendorong percepatan pembangunan.

“Apalagi Kota Subulussalam merupakan salah satu kota pemekaran terbaik yang dianugerahi Pemerintah Pusat. Maka harusnya Walikota bisa menjadikan itu sebagai pertimbangan bukan malah memaksakan seseorang yang masih bermasalah secara hukum menjadi Camat,” timpal Ardhian.

Diungkapkannya, pengangkatan tersangka kasus itu sendiri memiliki aroma nepotisme yang kental. Disebutkannya, mantan pengawas sekolah pada Dinas Pendidikan Kota Subulussalam itu adalah sepupu Walikota sendiri. “Dalam menjalankan roda pemerintahan Walikota mesti menjunjung tinggi azas profesionalitas. Untuk itu prestasi kerja dan kualitas kinerjalah yang mesti dijadikan ukuran bukan malah mengandalkan hubungan kekerabatan,” tandas Ardhianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s