Tiga PKS di Subulussalam Abaikan Lingkungan

* Polisi Tunggu Hasil Tes Laboratorium

SUBULUSSALAM – Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (BPLHKPPK) Kota Subulussalam, Hermanto menyatakan tiga pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Subulussalam mengabaikan lingkungan. Kendati pemerintah setempat sudah berulangkali melayangkan surat hingga teguran terkait masalah tersebut, namun ketiga PKS tersebut tak menghiraukannya.

“Mereka belum miliki izin tapi mereka tak mau peduli, kami tidak dihargai, padahal sudah sering ditegur,” kata Hermanto kepada Serambi, kemarin.

Hermanto bahkan menyatakan ada satu pabrik yang telah beroperasi selama sebelas tahun dan membuang limbah ke sungai walau tidak punya izin buang limbah. Secara hukum, pemerintah bisa saja menuntut ketiga perusahaan tersebut.

“Yang jelas PKS itu apapun cerita pasti buang limbah ke sungai, karena tidak mungkin tertampung kolamnya, kecuali misalnya kolam ada 50 unit mungkin bisa saja sampai lima belas tahun,” ujar Hermanto.

Selain membuang limbah ke sungai, Hermanto juga mengatakan bahwa pabrik-pabrik tidak mengindahkan lingkungan seperti penanaman pohon untuk penghijauan dan konpensasi kepada masyarakat sekitar. Kepala BPLHKPPK Kota Subulussalam mengaku tidak dapat berbuat banyak lantaran pihak pabrik tidak menghargai instansi yang menangani lingkungan hidup itu.

Sementara itu aparat kepolisian sektor (Polsek) Sultan Daulat, Polres Aceh Singkil masih menunggu hasil tes limbah milik Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Samudera Sawit Nabati (SSN) di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

“Hasil uji lab ini penting untuk melihat sejauh mana pengaruh limbah terhadap baku mutu air sungai,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Helmi Kwarta KPR kepada Serambi yang dikonfirmasi  melalui Kapolsek Sultan Daulat, Ipda Aries Diego Kakori, Minggu (23/10) kemarin.

Kapolsek mengatakan, ada 30-an item yang harus diperiksa sehingga menyita waktu yang cukup lama. Selain itu ada pula yang perlu diperiksa di Jakarta. “Jadi kami harus tunggu hasil lab itu baru untuk langkah selanjutnya,” kata Kapolsek Diego seraya menyatakan akan serius mengusut kasus ini hingga tuntas kasus ini.

Seperti pernah diberitakan Polsek Sultan Daulat, Kota Subulussalam, memeriksa dan mengambil sampel air sungai Singgersing yang diduga tercemar limbah dari Pabrik Kelapa Sawit milik PT SSN. Jika terbukti perusahaan tersebut membuang limbah ke sungai, maka pemerintah dapat menuntut menajemen perusahaan dengan hukuman 10 tahun penjara, dan mencabut izin perusahaan tersebut.

Sumber : Serambi Indonesia

One thought on “Tiga PKS di Subulussalam Abaikan Lingkungan

  1. kalau sudah tau seperti itu y jgn d diamkan…
    nanti bisa2 kota subulussalam d kenal karena penghasil limbah sawit, untuk pihak yg berkewajiban jgn segan2 mencabut izin perusahaan yg mengabaikan teguran yg telah d layangkan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s