Warga DAS Subulussalam Didera Penyakit Borok

* Pemko Kesulitan Menangani

SUBULUSSALAM – Penyakit ulkus (borok bernanah) hingga kini masih menjangkiti masyarakat Subulussalam yang bermukim di Daerah Aliran Sungai (DAS) Souraya, seperti Kecamatan Runding dan Longkib. Pemko Subulussalam telah melakukan penanganan namun belum dapat menemukanpenyebab dan obatnya.

Hal itu disampaikan Wali Kota Merah Sakti saat berbicara pada acara Advokasi Imunisasi, Kamis (20/10) lalu di Grand Mitra Hotel Subulussalam. Wali Kota Merah Sakti menuturkan, dari 20-an desa yang berada di pinggiran sungai Souraya, masyarakat di sana banyak terjangkit luka borok berupa kulit dan daging terluka bernanah dan biasanya terjadi pada siku tangan atau lutut. Hingga kini Pemko Subulussalam belum mengetahui penyebab penyakit tersebut maupun formulai obat yang dapat diberikan untuk menyembuhkan para penderitanya. Padahal, tim Dinkes dari Provinsi Aceh menurut Wali Kota Sakti sudah pernah turun melakukan observasi lapangan terkait wabah borok tersebut. “Namun belum ada petunjuk terkait penyebab penyakit maupun obatnya,” kata Sakti.

Minta bantuan Unicef

Wali Kota mengatakan, pihaknya sudah meminta Unicef agar dapat membuat catatan khusus untuk meneliti penyakit tersebut serta membantu penanggulangannya guna menuntaskan persoalan yang dihadapi Kota Subulussalam. Terhadap hal ini, Sakti menyatakan banyak penderita (sample) yang bisa diteliti.

Secara terpisah, Plh Kepala Dinas Kesehatan Kota Subulussalam, Adri SKM yang ditanyai Serambi terkait penderita borok di daerah tersebut mengatakan sedikitnya ada tujuh kasus  penderita borok yang ditangani namun sejauh ini belum diketahui jenis penyakit dan pengobatannya. Para korban yang dirujuk, bahkan ada yang divonis oleh tim medis Rumah Sakit Umum Adam Malik Medan Sumatera Utara untuk diamputasi.

Acara Advokasi Imunisasi dihadiri ketua Komisi D DPRK Subulussalam, Ansari Idrus Sambo, Perwakilan Unicef Aceh dr Alfian dan  Dinas Kesehatan Aceh Imam Murahman. Plh Kadiskes Subulussalam Adri menyampaikan cakupan program imunisasi yang kategori baik di Subulussalam baru sekitar 20 dari 74 desa di sana. Berbagai faktor dikemukakan seperti masalah tenaga medis hingga transportasi.

Sumber : Serambi Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s