Masyarakat Keluhkan Walikota Subulussalam Jarang Ditempat

SUBULUSSALAM : Beberapa Kalangan masyarakat yang tinggal di Kota Subulussalam jangan heran kalau walikota sering tidak berada di tempat. Hal ini diketahui beberapa waktu yang lalu di saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang isi pidato Walikota Subulussalam di bacakan oleh Wakil Walikota Subulussalam Alfian Affan.

 Warga mengeluhkan Bapak Walikota jarang berada ditempat sehingga urusan menjadi terkendala.” Kalau begini urusan jadi lama” kata war

Redaksi  yang hendak mengkonfirmasikan masalah itu pada Senin (23/5) kepada Bapak Merah Sakti SH di kantornya Walikota Subulussalam, begitu tiba di kantor pelayanan masyarakat itu sekira pukul 10.00 WIB, Bapak Walikota tidak berada di tempat.

Pada Pukul 8.20 Wib kantor masih dalam keadaan sepi dan hanya beberapa pegawai Negeri Sipil yang sedang duduk dan baca koran, hal ini lumrah terjadi ketika Walikota sedang tida berada di tempat dan baru Pukul 9.00 Wib kantor Walikota sudah begitu agak ramai di penuhi mobil parkir di depan kantor Walikota yang padahal sebelumnya tidak begitu banyak dan ramai.

 

Beberapa Pendapat Situs Jejaring Sosial Facebook mengatakan dan mempertanyakan masalah ini, “Walikota Jarang berada di tempat kemana perginya?” begitu tulis Rakyat Pedalaman Subulussalam. “Kemana Perginya, Jakarta, Medan, Banda Aceh, Manca negara, dll, dan Apa yang di cari?” Investor, Cara Peningkatan Taraf Hidup Rakyatnya, Jemput Bola, Mencari Ilmu (Studi Banding) dll, kata Rakyat Pedalaman Subulussalam.

 

 

Rakyat Pedalaman Subulussalam juga mempertanyakan hasil yang dicapai yaitu dengan menulis “Apa yang didapat?, Nol Besar katanya, SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas ) dan SPT (Surat Perintah Tugas ) habis terbuang begitu saja alias Mubajir, Rakyat Pedalaman begitu terbodohi, rakyat tetap menderita dan terus terpuruk”.

 

“Jika Walikota di tempat, (Kota Subulussalam) Maka Pendopo, tempat kediaman dan Kantor Walikota di penuhi masyarakat Subulussalam yang antri ingin ketemu Bapaka Walikota” katanya.

“Subulussalam adalah Kota yang aneh” tulis nya.

 

Tulisan Rakyat Pedalaman Subulussalam itu langsung mendapat respon masyarakat dengan membalas pernyataan tersebut, “Bukan aneh, itu sudah biasa. Bukan hanya di Subulussalam, kabupaten  kota lain juga. Tapi perilaku yang seperti itulah harus diubah. Kalau rakyat pedalaman mau kasih punishmant secara nyata, tinggal jangan pilih di pilkada yg akan datang, gampang to”, balas Rahmad Kurniawan.

 

Pendapat lainnya juga datang dari Ria Subrata Nindya, dia menulis  “Ya di bilang aneh ya aneh juga,pejabat nya memang gitu mementingkan kesenangan sendiri, Pada hal menurut saya Kota Subulussalam banyak perlu di tata dan masih banyak warga yang tertinggal, Apa lagi walikota jangan jalan-jalan melulu pak, perhatikan kesejahteraan masyarakat” begitu komentarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s