Bupati Makmur: Investor Hanya Umbar Janji

Pembangunan PKS di Singkil tak Jelas

Bupati Makmur: Investor Hanya Umbar Janji

SINGKIL – Lebih dari 20 investor menyatakan minatnya untuk membangun pabrik kelapa sawit (PKS) di Aceh Singkil. Namun kenyataanya, sampai sekarang belum ada satu pun yang terealisasi, meski pemerintah kabupaten setempat telah menyatakan siap mendukung apa pun yang dibutuhkan sang investor.

“Dari sekian banyak investor yang datang, belum satu pun yang terealisasi. Mereka (investor) hanya sekedar umbar janji,” kata Bupati Aceh Singkil, H Makmur Syahputra, dalam jumpa pers menyambut ulang tahun ke-12 Kabupaten Aceh Singkil, Selasa (26/4).

Di dampingi Wakil Bupati H Khazali, Sekda HM Yakub KS, Ketua DPRK Putra Ariyanto, dan Kabag Humas Khaldum, Bupati Makmur menjelaskan, sebagian investor yang telah menyatakan niatnya untuk membangun PKS di Singkil ada yang berasal dari luar negeri, seperti dari Korea, Thailand, Malaysia, dan Cina. Selain menyediakan fasilitas kepada investor yang berminat membangun pabrik, pelabuhan multifungsi untuk mendukung pengiriman barang dan crude palm oil (CPO) juga sedang dalam tahap pembangunan. Pelabuhan tersebut menurut Bupati sudah bisa difungsikan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi. “Kita tidak mengatahui mengapa investor tidak ada yang jadi membangun pabrik kelapa sawit,” tambahnya.

Menurut Makmur, Aceh Singkil saat ini sangat membutuhkan tambahan PKS mengingat 4 pabrik yang sudah ada tidak mampu lagi menampung produksi dari kebun sawit rakyat yang berlimpah. Pihaknya sudah mencoba mengajukan rencana pembangunan melalui dana otsus, namun lagi-lagi belum mendapat respon dari provinsi.

Sekedar catatan, total luas areal perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Aceh Singkil saat ini mencapai 19.000 hektare, yang terdiri dari tanaman menghasilkan 10.000 hektare dan tanaman belum menghasilkan 9.000 hektare.

Capaian pembangunan
Terkait capaian pembangunan di Aceh Singkil sepanjang empat tahun kepemimpinannya, Makmur, menyebutkan bahwa sarana dan prasarana jalan antarkecamatan sudah rampung 90 persen. Sisanya akan diselesaikan dalam setahun sisa masa kepemimpinannya.

Mengenai jalan tembus Kilangan, Kuala Baru, dan Bulu Seuma, Aceh Selatan, dia menambahkan bahwa pembangunannya sudah dianggarkan kendati masih minim. Bahkan pada 29 April mendatang, Kementerian Kehutanan mengundang pihaknya dan Pemkab Aceh Selatan untuk membahas masalah tersebut.

“Kalau jalan itu tembus, daerah ini tidak hanya sekedar kota tujuan setelah itu pulang, melainkan akan menjadi daerah lintasan. Sekarang Singkil masih menjadi kota buntu,” pungkasnya.

Sumber : Serambi Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s