Mayoritas Dinas di Subulussalam Berapor Merah

SUBULUSSALAM – Kinerja mayoritas Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Subulussalam mendapat rapor merah. Hal ini menyusul banyaknya temuan Tim pansus DPRK Subulussalam serta lemahnya serapan anggaran di masing-masing SKPD. “Dari hasil pansus kami menilai hampir semua SKPD di Kota Subulussalam ini rapor-nya merah,” tegas Bakhtiar HS, ketua Tim Pansus I DPRK Subulussalam, dalam rapat paripurna laporan hasil pansus, Rabu (3/11) kemarin di gedung DPRK Subulussalam.

Dalam laporan Tim Pansus I DPRK Subulussalam menemukan sejumlah permasalahan program seperti pembangunan kerambah ikan senilai di Lae Tonong, Desa Jab-Jabi, Kecamatan Sultan Daulat, rencana pembangunan BBI serta buruknya kualitas proyek pembangunan Kolam ikan di desa Singgersing yang bernilai Rp 130 an juta. Bakhtiar juga menyoroti permasalahan pabrik tepung tapioka di suka Makmur dan meminta agar segera diatasi. Keterlambatan penyaluran dana UKM yang seharusnya bulan Juli namun menjadi Februari 2011 turut dipertanyakan.Sementara itu, Tim Pansus I DPRK juga menemukan masih banyaknya penyuluh pertanian (PPL) di lingkungan badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Subulussalam yang dinilai  tidak memahami tupoksinya serta tumpang tindih anggota kelompok tani. Selain itu, Tim II pansus merekomendasikan agar dilakukannya peleburan (penggabungan) dinas-dinas yang serumpun seperti pertanian dan lainnya. Hal ini, menurut Bakhtiar dapat menghemat anggaran Kota Subulussalam seperti biaya perjalanan dinas (SPPD) sang pejabat, operasional kantor serta tunjangan pejabat.

“Kalau perlu qanun tentang struktur oganisasi ini kita revisi,” ujar Bakhtiar seraya meminta wali kota menempatkan kepala dinas sesuai dengan keahliannya.

Sorotan juga disampaikan Tim  Pansus II melalui Sutan Bagindo. Dalam laporan, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga paling banyak mendapat sorotan. Menurut Sutan Bagindo, pihaknya menemukan masih adanya sekolah yang dibangun tidak tepat karena jauh dari perumahan penduduk serta kurangnya jumlah guru di Kecamatan Runding dan Longkib. Selain itu, Pansus juga menyoroti proyek pembangunan sejumlah sekolah dari dana Otsus yang terbengkalai hingga sekarang. Minimnya mobiler sekolah serta bantuan anak yatim dari pemerintah Aceh yang hingga sekarang belum terealisasi juga disorot.

Tim Pansus juga mengkritik belum dicairkannya dana tunjangan guru sertifikasi dan non sertifikasi dan keterlambatan pengumuman penerima bantuan beasiswa bagi calon mahasiswa S2 sehingga program terkait terhambat. Tak hanya itu, kasus kekerasan yang melibatkan kepala sekolah SMK Negeri 1 Simpang Kiri, Abdul Kadir terhadap seorang guru bidang studi turut menjadi perhatian para wakil rakyat. Bahkan, tim Pansus secara khusus merekomendasikan agar kepala sekolah yang melakukan kekerasan tersebut diberi sanksi tegas. Pansus juga merekomendasikan pencopotan Kepala PDAM Subulussalam karena dinilai tidak mampu bekerja.

Masalah lain yang menjadi perhatian tim Pansus II menyangkut minimnya perawatan jalan dan jembatan sehingga memicu kerusakan yang lebih parah. Tim Pansus juga melaporkan temuannya terkait pembangunan jalan mubazir serta banyaknya kontraktor yang telah menarik uang muka pekerjaan namun menelantarkan proyek. Sementara Dinas Perhubungan Kota Subulussalam disorot karena dinilai belum meratanya informatika ke desa-desa.

“Kami merekomendasikan kepada wali kota agar memberikan sanksi kepada konsultan dan pengawas yang kurang optimal bekerja,” pungkas Bagindo. (kh)

Sumber : Serambi Indonesia

One thought on “Mayoritas Dinas di Subulussalam Berapor Merah

  1. hidupkanlah benih cinta akan kebenaran dalam diri anda tanpa membeda-bedakan yg satu dengan yg lainnya, hidup ini hanya sebentar..! rapor merah adlh hal yg biasa di dunia pemerintahan akan tetapi mari kita berbenah diri dgn melihat ke bawah,, rapor merah disebabkan kurangnya SDM dan kurangnya pemahaman ttg aqidah,, Di dunia ini banyak sekali orang pintar, tapi pintar untuk mengakali, kita tidak membutuhkan orang yang pintar tapi kita membutuhkan orang yang takut kepada Allah SWT. Ingatlah “Apa Yang Ditanam Itulah Yang Tumbuh, Siapa Yang Menanam Dialah Yang Mengetam”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s