Warga Runding Masih Konsumsi Air Sungai

SUBULUSSALAM – Ribuan masyarakat di Kecamatan Runding, Kota Subulussalam hingga saat ini dilaporkan masih mengonsumsi air sungai (Lae) Souraya lantaran belum berfungsinya sarana air bersih di daerah tersebut.

“Sampai sekarang sarana air bersih yang ada belum berfungsi, sehingga masyarakat masih minum air sungai, padahal air sungai itu tidak layak konsumsi,” kata Suparta, aktivis pemerhati lingkungan kepada Serambi Minggu (18/7) kemarin.

Menurut Suparta, di ibukota Kecamatan Runding saja ada sekira 854 jiwa penduduk yang bermukim di sana belum tersentuh air bersih. Jumlah ini belum termasuk penduduk di sejumlah desa dalam Kecamatan Runding. Masyarakat Runding, kata Suparta, sangat mengharapkan perhatian pemerintah setempat untuk pemenuhan fasilitas air bersih. Pasalnya, sarana air bersih yang telah dibangun beberapa tahun lalu hingga kini dikabarkan belum juga berfungsi sebagaimana mestinya.Di sisi lain, kondisi air sungai yang keruh dan disinyalir tidak layak konsumsi bukan tidak mungkin akan mendatangkan penyakit kulit, gatal-gatal, diare, dan penyakit kulit lainnya. Pasalnya, selain terkontaminasi dengan limbah rumah tangga penduduk, sungai yang membelah kecamatan Runding itu juga dipergunakan sebagai tempat mencuci, mandi dan buang hajat.”Semua memakai air sungai, mulai dari buang sampah, mandi, mencuci sampai buang hajat, dan air itu pula yang dikonsumsi untuk memasak dan minum,” ujar Suparta.

Lebih jauh dikatakan, dari tahun ke tahun, air sungai Souraya semakin kotor, terutama pada musim penghujan. Kondisi itu tak pelak mengakibatkan banyak warga setempat yang terserang penyakit, terutama penyakit kulit, karena tidak ada air bersih. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat mencuat banyaknya warga terserang penyakit kulit yang sulit disembuhkan. Hal ini diduga ada kaitan dengan masalah air. Karena itu, pemerintah didesak agar segera mengoperasikan sarana air bersih di Kecamatan Runding agar kebutuhan air bersih bagi warga di sana dapat dipenuhi.

Secara terpisah, Camat Runding, Junifar S.Sos yang dikonfirmasi Serambi membenarkan belum berfungsinya sarana PDAM yang dibangun pada tahun 2008 itu. Akibatnya, masyarakat di sana hingga kini masih belum dapat menikmati sarana air bersih sebagaimana mestinya. Padahal, menurut Junifar, PDAM kecamatan Runding telah dilengkapi fasilitas intalasi ke sejumlah desa di sana. Junifar menambahkan, masyarakat sangat berharap agar sarana air bersih di kecamatan itu segera dioperasikan.(serambi Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s