Pemko Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan

SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam membentuk satu tim identifikasi lapangan untuk menangani masalah sengketa tanah antara warga dengan perkebunan kelapa sawit PT Mitra Sejati Sejahtera Bersama (MSSB). Pembentukan tim mencuat dalam pertemuan antara masyarakat Kecamatan Sultan Daulat dan Runding dengan pihak perkebunan PT MSSB yang difasilitasi Pemko Subulussalam, Selasa (24/11) di Aula Setdako Subulussalam Dalam pertemuan itu, Walikota Merah Sakti sempat menampik berbagai tudingan yang tak sedap terhadap dirinya saat mencalonkan diri menjadi walikota setempat. Dia mengaku tidak dapat menerima tudingan bahwa dirinya telah menjualkan tanah kepada perusahaan PT MSSB. Sakti menegaskan tudingan tersebut menjurus pada fitnah yang sengaja dihembuskan oleh sejumlah oknum di sana. “Ini terpaksa saya klarifikasi agar tidak ada opini publik yang berkembang seakan-akan saya yang menjual tanah ke perusahaan ini sama sekali tidak benar. Saya tegaskan saya tidak pernah menjual tanah kepada perusahaan,” ujar Sakti.

Tidak hanya itu, Sakti mengungkapkan, sejak dilantik menjadi walikota Subulussalam, dirinya belum pernah mengeluarkan perizinan apapun terkait dengan HGU. Malah, katanya, surat peromohonan perpanjangan izin lokasi PT MSSB yang diajukan 3 Maret 2009 lalu hingga kini belum diproses. Pasalnya, Sakti menyatakan tidak ingin membuat kebijakan yang merugikan masyarakat banyak. Karenanya, dia mengaku telah menyampaikan kepada pihak PT MSSB agarmenyelesaikan lahan yang tidak bermasalah dengan masyarakat. Sementara sejumlah masyarakat yang diminta berbicara menyampaikan betapa banyaknya lahan-lahan perkebunan mereka yang telah diserobot oleh PT MSSB. Seperti yang diutarakan Jakfar Siddik, Kepala Desa Kuala Keppeng, Kecamatan Runding. Namun, Jakfar tidak dapat menjelaskan seberapa luas lahan masyarakatnya yang telah digarap perusahaan. Sementara dari Kecamatan Sultan Daulat diperoleh informasi sekira 280 hektar lebih tanah masyarakat bermasalah dengan perkebunan PT MSSB. “Kami berharap masalah ini diselesaikan dengan cara yang bijak dan penuh keadilan,” kata Ramli Barat, warga Sultan Daulat

Menanggapi berbagai ungkapan masyarakat, Perwakilan PT MSSB, Albert, mengatakan bahwa pihaknya masuk ke Subulussalam dengan tujuan untuk menanamkan investasi sekaligus mensejahterakan masyarakat. Karena itu, Albert mengatakan kalau pihaknya tidak hanya membangun kebun tapi juga membangun sebuah hotel berbintang dengan tujuan dpaat menarik investor lain guna berinvestasi di Subulussalam. Dalam hal ini, PT MSSB menyatakan akan tetap berpedoman pada aturan dan hukum yang berlaku namun juga menjunjung asas musyawarah.

Zulyadin, aktivis LSM Komunitas Muda Subulussalam (KMAS) mengatakan masyarakat Subulussalam bukan anti investor atau swasta namun, kata dia, perusahaan yang masuk harus beritikad baik terhadap masyarakat sekitar. Zulyadin mengingatkan perusahaan agar tidak main-main di Subulussalam karena masyarakatnya tidak akan tinggal diam bila diperlakukan semena-mena. “Kami bukan anti investor tapi jangan pula keberadaan perusaan membuat masyarakat melarat. Seperti sekarang ini, bukan hanya masyarakat pekebun yang terkena dampak tapi juga para nelayan pencari ikan tawar karena rawa-rawa sudah disulap menjadi perkebunan kelapa sawit,” ujar pungkas Zulyadin Pertemuan dihadiri Ketua DPR Kota Subulussalam Pianti Mala, Kepala BPN Aceh Singkil Syahrizal, Komisi A dan B DPRK Subulussalam, sejumlah camat dan kepala desa terkait. Menanggapi hasil pertemuan itu, Ketua DPRK Subulussalam Pianti Mala mengaku belum jelas terkait janji PT MSSB untuk merealisasikan kebun pola plasma seluas 5000 hektar bagi masyarakat setempat. “Masalah kebun plasma tidak jelas,” ujar Pianti.(kh)

Sumber : Serambinews

2 thoughts on “Pemko Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan

  1. mana tim yang dibentuk……. kok gak da kbr lg………mudah2an para dewan dan semua yang hadir pada pertemuan itu jangan hanya panas-panas tai ayam…… dan saya sangat kecewa atas pernyataan perwakilan PT MITRA yang katanya mau mensejahterakan masyarakat itu cuma omongan belaka buktinya masyarakat sudah dibuat heboh oleh perusahaan tersebut dan masalah tenaga kerja yang mereka pekerjakan itu memang sudah kewajiban perusahaan. semoga sukses aja,…. kami juga dari Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Sultan Daulat (HIMAPSUD) Kota Subulussalam akan terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan masalah sengketa lahan ini.

  2. kalau emang janji Wali kota inggin mensejahtrakan rakyat,buktikannn,,merah Mu,,,,,, jagan sempat Tanah Masyarakat di ambil oleh pihak lainnnnn
    tolong bela masyarakat Subulussalam,,,gelarna pe Asal ta anak kampung,,,jadi odak mungkin kita membela kalak luakh,,,,
    kade kata umak ta,,,senina ta mank kecam menjadi petolong,,entang kalak luakh,,,,,
    moda kita emag kalak pendidiken pasti paham kade makna umak ta kataken daiiiii,,,,,,,, salam untuk mahasiswa HIMAPSUD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s