Laut Singkil Masih Dijarah

SINGKIL – Kapal nelayan luar negeri, seperti dari Thailand, dilaporkan masih menjarah kekayaan laut di Kabupaten Aceh Singkil. Begitu juga kapal yang menggunakan pukat harimau dari luar daerah sering menangkap ikan secara illegal. Mereka melakukan aksi sapu bersih dari ikan besar dan kecil. Kondisi ini menyebabkan nelayan setempat tersisih akibat berkurangnya hasil tangkapan mereka.

Sekretaris Daerah Aceh Singkil H Ridwan Hasan, SH MM, saat pertemuan dengan perwakilan Bank Dunia dan kementerian negara pembangunan daerah tertinggal, dua hari lalu di Kantor Bupati Singkil menggambarkan hal ini. “Nelayan kita masih tradisional, akibatnya kekayaan laut Aceh Singkil lebih banyak dinikmati nelayan dari daerah lain bahkan oleh nelayan dari luar negeri, seperti Thailan. Namun mengingat demi menjaga hubungan bilatral karena menyangkut hubungan antara dua negara Indonesia dengan Thailan, beberapa waktu lalu ada yang tertangkap, seperti itu,” kata Ridwan Hasan.

Menurut Sekda, perlu perhatian serius pemerintah pusat dan provinsi dalam melakukan upaya memajukan nelayan daerah ini. Kedepan masyarakat nelayan tradisional maju dan makmur salah satunya dengan melengkapi perlengkapan alat tangkap modern. Apalagi Aceh Singkil memiliki potensi laut yang cukup besar, dimana dari 10 kecamatan, empat diantaranya sebagian besar penduduknya nelayan.

Di sisi lain Ridwan menyebutkan, penduduk di Aceh Singkil sangat heterogen, begitu halnya dengan keanekaragaman potensi yang ada, memiliki keunggulan tapi, masih terdapat kekurangan. Perkebunan luas, namun buruh kebun masih banyak, keadaan itu mengambarkan kemakmuran belum manjadi milik rakyat Aceh Singkil. “Selain potensi yang besar, daerah ini masih memiliki banyak kekurangan tapi, keinginan untuk maju sangat tinggi,” tambahnya.

Catatan Serambi, masuknya kapal ilegal pukat harimau dari luar daerah sering menimbulkan gesekan dengan nelayan setempat yang menangkap ikan dengan peralatan sederhana. Para nelayan tradisional di tanah Sech Abdurrauf As Singkili, kerap mencoba menghalau kedatangan kapal tidak diundang. Namun apa daya kekuatan tidak sebanding. Tak jarang nelayan setempat malah dibuat kocar-kacir, lantaran ketika berusaha menghadang malah balik diserang dengan nekat menabrakan kapalnya ke arah perahu nelayan.(c39)

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s