” Serobot Tanah Warga ”

PT Asdal Perjelas Status Tanah

TAPAKTUAN – PT Asdal Prima Lestari membantah telah menyerobot tanah masyarakat Desa Kapa Seusak dan Titi Poben, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, sebagaimana disampaikan masyarakat kepada tim pansus DPRK setempat.

Bantahan disampaikan Direktur Utama PT Asdal Prima Lestari, Leman dalam suratnya yang diikrim kepada pimpinan DPRK Aceh Selatan, tertanggal 20 Februari 2009. Surat ini sehubungan laporan masyarakat ke DPRK yang menuding perusahaannya telah menyerobot lahan masyarakat untuk perluasan lahan perkebunan sawit.Dalam pemberitaan sebelumnya, pimpinan dewan Aceh Selatan minta gubernur Aceh untuk menijau kembali izin perusahaan ini. Tindaklanjut, anggota Komisi B, DPRA, Yunardi Natsir mengakui sudah datang ke lokasi. Ia menerima keluhan masyarakat terkait lahan mereka yang bakal hilang. Selain itu ada laporan yang menyatakan perusahaan ini mengabaikan faktor sosial serta lingkungan. Jika penyerobotan lahan terbukti, maka PT Asdal tidak saja harus mengembalikan lahan rakyat tetapi harus melaksanakan kegiatan coorperate sosial responsibeliti (tanggungjawab perusahaan) untuk membina masyarakat dan lingkungan, katanya.

Sementara itu, dalam surat yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Asdal Prima Lestari, Leman, menyatakan, bahwa laporan masyarakat tersebut tidak benar, karena lahan dbersihkan dan ditanami itu masih dalam areal Hak Guna Usaha (HGU). Lahan tesebut telah di land clering (pembersihan lahan) pada tahun 1999/2000 dan telah siap tanam. Tapi, waktu itu terkendala konflik yang berkepanjangan di masa lalu sehingga lahan ini kembali menjadi hutan dan ketika itu tidak ada komplain ataupun keberatan dari masyarakat.

Dalam surat yang juga ditembuskan ke Gubernur NAD, Kapolda NAD, Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional NAD, Bupati Aceh Selatan, Kepala Badan Pertanahan Nasional Aceh Selatan, Kapolres Aceh Selatan, Dandim 0107 Aceh Selatan, Kapolres Aceh Singkil, Dandim Aceh Singkil, Kadis Pekebunan dan Kehutanan Aceh Selatan, Camat Trumon Timur dan Kepala Desa Kapa Seusak, Trumon Timur, itu dijelaskan, bahwa, PT Asdal Prima Lestari sangat mendukung inisiatif DPRK Aceh Selatan meminta instansi berwenang mengenai batas-batas HGU guna memperjelas dan mempertegas batas HGU PT Asdal Prima Lestari.

Menurutnya, berdasarkan tata batas yang telah diperjelas dan dipertegas nantinya oleh instansi yang berwenang, ternyata dengan tidak sengaja telah menguasai lahan masyarakat ataupun pihak-pihak lainnya, PT Asdal tidak keberatan melepaskan dan mengembalikannya kepada masyarakat atau kepada pihak-pihak yang besangkuan.

Begitujuga sebaliknya, apabila masyarakat ataupun pihak-pihak lainnya yang telah terlanjur masuk ke dalam areal HGU PT Asdal Prima Lestari, dimohon untuk mengembalikannya kepada HGU PT Asdal Prima Lerstari yang sudah mendapat izin pengolahan tanah.

Selan mengirimkan surat bantahan, PT Asdal Prima Lestari juga mengirimkan sejumlah surat tentang izin lokasi atau perluasan HGU ke pimpinan DPRK, yakni surat perluasan HGU yang dikeluarkan Dinas Perkebunan Provinsi, Bupati Aceh Selatan, Dirjen Perkebunan, Kepala Kantor Pertanahan Aceh Selatan, Gubernur Istimewa Aceh, Departemen Kehutanan dan Perkebunan serta Kantor Wilayah Provinsi Aceh.(az/swa)

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s