Sidang Sengketa Pilkada Subulussalam

KIP Bantah Penggelembungan Suara
JAKARTA – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam membantah adanya pemilih ganda dan penggelembungan suara sebanyak 873 suara pada pilkada Subulussalam putaran kedua yang berlangsung 15 Desember 2008 silam.

Bantahan tersebut diutarakan Tim Kuasa Hukum KIP Subulussalam, terdiri dari Zaini Djalil SH, Ikhwaluddin Simatupang SH MHum, Hardiningtyas SH, AdiMansar SH MHum, dalam sidang lanjutan sengketa Pilkada Subulussalam di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Selasa (6/1). Pendaftaran pemilih dilakukan berdasarkan data kependudukan yang diserahkan oleh Pemerintah Kota Subulussalam dalam hal ini dilakukan oleh Pemohon yaitu H Asmauddin, SE dan Drs Salmaza selaku Pj Walikota Subulussalam dan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Subulussalam, ujar Ikhwaluddin.Hal itu disampaikan Ikhwaluddin saat membacakan jawaban KIP Subulussalam atas Permohonan Keberatan dan Pembatalan Hasil Penghitungan Suara Putaran Kedua, yang diajukan pasangan calon walikota/wakil walikota H Asmauddin-Salmaza atau Assalam. Apabila terdapat pemilih ganda maka sangat mungkin hal tersebut dilakukan oleh pemohon itu sendiri, sesuai kapasitas masing-masing, sambung Ikhwaluddin Simatupang.

Mengenai kotak suara yang tidak bersegel menyebabkan terjadinya manipulasi suara seperti yang didalilkan pemohon, menurut Kuasa Hukum KIP, juga tidak benar dan mengada-ngada. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Ketua KPPS bahwa KPPS membawa dan menyerahkan kotak suara dalam keadaan bersegel yang berisi surat suara dan penyegelan disaksikan oleh masing-masing saksi pasangan calon. Manipulasi suara tidak pernah terjadi karena hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPPS-KPPS sama dengan hasil rekapitulasi yang dilakukan oleh PPK, kata dia.

Dalam persidangan hari kedua, Kuasa Hukum KIP Subulussalam juga menyatakan rapat pleno penetapan pasangan calon walikota/wakil walikota berlangsung tertutup tanpa mengundang saksi dari pasangan pemohon, adalah upaya dari pemohon untuk mencari-cari kesalahan. Rapat Pleno sudah dilakukan ecara terbuka sesuai qanun dan Keputusan KIP Subulussalam No 43 Tahun 2008, tukas Ikhwaluddin.

Selain mendengarkan jawaban KIP Subulussalam, sidang gugatan Pilkada yang dipimpin Hakim Ketua Maruara Siahaan dengan anggota A Shodiki dan M Alim, itu juga mendengar keterangan 13 saksi yang diajukan pasangan Assalam. Sidang yang berlangsung hingga malam itu, disaksikan sejumlah pengunjung yang berasal dari Subulussalam.

Putaran kedua Pilkada Subulussalam yang berlangsung 15 Desember lalu mempertarungkaan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Merah Sakti, SH dan H Affan Alfian, SE dengan H Asmauddin, SE dan Drs Salmaza.

Rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dikeluarkan KIP Subulussalam menyatakan pasangan Marah Sakti-Affan Alfian meraih 14922 suara sementara pasangan Asmauddin-Salmaza meraih 14729, terpaut 193 suara atau 0,34%. Suara sah 29651 dan suara tidak sah 634 suara. KIP Subulussalam menetapkan pemenang Pilkada Subulussalam adalah pasangan Marah Sakti dan Affan Alfian.(fik)

Sumber : Serambinew.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s