Assalam Mengadu ke MK dan Mendagri

JAKARTA – Tipisnya perbedaan perolehan suara dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Subulussalam putaran kedua, 15 Desember lalu, tampaknya akan menimbulkan polemik panjang. Pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Subulussalam, H Asmauddin SE dan Drs Salmaza (Assalam) melaporkan sejumlah temuan dugaan penyimpangan ke Mahkamah Konstitusi (MK), Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan instansi terkait lainnya. Banyak penyimpangan yang kami temukan pada pemilihan putaran kedua. Temuan ini sudah kami sampaikan kepada KIP Subulussalam, Panwaslu Subulussalam, tapi tak ada respon. Karena itu kami berinisiatif melaporkan langsung ke Jakarta, ujar Asmauddin didampingi Salmaza kepada wartawan di Jakarta, Selasa (23/12).

Temuan penyimpangan yang dilaporkan itu meliputi; penggandaan jumlah pemilih di beberapa tempat pemungutan suara (TPS); pendistribusian surat undangan pemilihan oleh tim sukses; masuknya pemilih siluman yang berasal dari Aceh Utara dan tidak terdaftar dalam daftar pemilihan tetap. Selain itu, tim Assalam juga melaporkan temuan beberapa kotak suara yang kosong; tidak diundangnya saksi pasangan Assalam (Asmauddin- Salmaza) pada rapat pleno Komisi Independen Pemilihan (KIP), dan lain-lain.

Kami sudah meneliti secara seksama, ada pemilih yang mencoblos di beberapa TPS. Terdapat sejumlah nama yang sama dalam daftar pemilih tetap, yang berbeda hanya nama jalan di dusun yang sama, ujar Asmauddin.

Ia mencontohkan nama Sumiati, ternyata ada di TPS 1,2,3 dan TPS 5. Begitu juga nama Juanda ada di TPS 3,4,5, Indra di TPS 3,5, Fitriani di TPS 5,6 dan banyak lagi nama-nama lain. Selanjutnya pemilih atas nama Damhuri, Ari Afriandi, Saifullah Hanif, Raudatul Ulfa, Cut Adwiyah muncul dua kali dalam daftar pemilih tetap, yang membedakannya nama jalan pada dusun yang sama.

Modus operandinya benar-benar sistematis dan canggih. Kalau tidak diamati secara teliti, kita akan terkecoh, ungkap Asmauddin yang mengaku mengantongi bukti konkret seluruh penyimpangan.

Asmauddin mengatakan, seluruh keberatan telah disampaikan pihaknya melalui surat tertanggal 17 Desember 2008 yang berisi permohonan penelitian dan pemeriksaan terhadap penyimpangan pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara serta permohonan dilakukannya penghitungan suara ulang tidak pernah ditanggapi oleh KIP dan Panwaslu Subulussalam.

Putaran kedua Pilkada Subulussalam yang berlangsung 15 Desember lalu mempetarungkaan pasangan calon Walikota/Wakil Walikota Merah Sakti, SH dan H Affan Alfian, SE dengan H Asmauddin, SE dan Drs Salmaza. Rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dikeluarkan KIP Subulussalam menyatakan pasangan Marah Sakti-Affan Alfian meraih 14.922 suara, sementara pasangan Asmauddin-Salmaza meraih 14.729, terpaut tipis 193 suara atau 0,34%. Suara sah 29.651 dan suara tidak sah 634 suara.

Karena ditemukannya berbagai kecurangan dan penyimpangan, rekapitulasi suara itu tidak ditandatangani saksi dari Asmauddin-Salmaza. Kami menolak menandatangani karena prosesnya tidak benar,tukas Asmauddin.

Asmauddin menegaskan pihaknya akan melayangkan gugatan sengketa pilkada kepada Mahkamah Konstitusi apabila KIP Subulussalam tetap berkeras mengeluarkan surat keputusan penetapan Pilkada.(fik)

Sumber : Serambinews.com

2 thoughts on “Assalam Mengadu ke MK dan Mendagri

  1. sangat di sayangkan sikap assalam yang tidak menerima kekalahan yang telah disepakatinya sebelum pemungutan suara dimulai, hal ini menunjukkan sosok yang tidak cocok sebagai seorang pemimpin, pasangan assalam sendiri melakukan kecurangan yang sangat patal dengan membeli suara rakyat, saya menilai perbuatan pasangan assalam adalah seorang PECUNDANG DEMOKRASI, akibat dari tertundanya pelantikan pasangan sabit akan menyebabkan terbengkalainya urusan rakyat pemerintahan pemko subulussalam, dan jangna menjadi duri bagi kemajuan pemko subulussalam

  2. Bapak NASIRUDDIN DASAL,S.Sos.M.Hum yang terhormat.
    darimana anda tau ASSALAM membeli suara rakyat.
    anda jgn men judge ASSALAM,,semuanya belum berakhir.
    Kami bukan tidak siap kalah,,tapi kami gak mau kalah apabila daa kecurangan.
    Anda bicara tidak berdasarkan fakta,,sia sia aja anda punya title M.Hum.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s