Kepala Regional V Bantah Tudingan Warga

SINGKIL – Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Regional V Aceh Singkil, Dr Fajri Alihar, membantah keras pernyataan warga yang menuding proyek yang dikelola lembaganya carut-marut dan bergelimang kolusi dan nepotisme, sebagaimana pemberitaan harian ini kemarin.

Bantahan tersebut disampaikan Fajri kepada Serambi, Senin (24/11) per telepon, setelah pada hari sebelumnya handphone-nya yang dihubungi berkali-kali tidak aktif atau saat aktif justru tidak diangkat.

Sebagaimana diberitakan kemarin, Zainul Arifin AB, seorang aktivis LSM, dan Rosman Hasmy, anggota DPRK Aceh Singkil, menyorot kinerja Kepala BRR Regional V, Fajri Alihar, karena banyak proyek BRR di daerah itu yang belum rampung. Atau kalaupun rampung, kondisinya carut-marut. Mereka bersaran agar Ketua Bapel BRR NAD-Nias, Kuntoro Mangkusubroto, mengecek kondisi semua proyek sebelum meresmikannya. Menanggapi komentar Zainul dan Rosman, Fajri mengatakan, semua program dan proyek BRR di Aceh Singkil sebetulnya berjalan sesuai dengan ketentuan dan koridor hukum yang berlaku. Saya pulang jauh-jauh dari Jakarta bekerja di BRR, untuk menjalankan amanah, bukan untuk berkolusi atau KKN seperti yang dituduhkan. Uang itu adalah uang orang mati. Jadi, berdosa saya jika memakannya, kata Fajri yang sebelum bergabung di BRR, aktif di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta.

Menyangkut kedatangan Kuntoro Mangkusubroto pada Rabu, 26 November 2008 ke Aceh Singkil, menurut Fajari, memang bukan untuk meresmikan proyek fisik yang dikerjakan BRR Regional V, melainkan dalam rangka penyerahan aset BRR kepada Pemkab Aceh Singkil, sekaligus mengecek seluruh pekerjaan yang dilakukan lembaga tersebut di daerah ini.

Jadi, Pak Kuntoro itu datang bukan untuk meresmikan proyek seperti perkiraan banyak orang, tukas Fajri.

Di sisi lain, sumber Serambi di Subulussalam melaporkan berbagai masalah yang melilit tubuh BRR Regioal V. Menurut sumber tersebut, sebanyak 346 unit rumah bantuan BRR di Aceh Singkil maupun di Kota Subulussalam belum jelas penerima manfaat (beneficiaries)-nya. Sehingga, rumah yang dikerjakan sejak tahun 2007 itu saat ini kembali rusak akibat tidak terawat alias ditelantarkan.

Berdasarkan data yang diberikan sumber tersebut, rumah yang tak jelas penerima itu terdapat di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Suro dan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil masing-masing lima dan 80 unit. Sedangkan di Kota Subulussalam, terdapat 121 unit, di Kecamatan Runding 66 unit, di antaranya yang dibangun di Desa Muara Batu-batu. Kemudian 140 unit di Kecamatan Sultan Daulat.

Kondisi rumah bantuan itu sebagaimana pantauan Serambi di lapangan, tampak rusak bahkan pekarangannya telah dipenuhi rumput liar. Tak hanya itu, beberapa bagian kaca jendelanya ada yang pecah, termasuk pintu serta komponen lainnya. Aliran listrik belum masuk, karena si pemilik rumah tidak jelas. Itu menjadi bukti bahwa rumah tersebut belum jelas siapa pemiliknya, kata sumber tersebut.

Sumber dimaksud juga mengabarkan ada pejabat teras BRR di Aceh Singkil yang memakai mobil dinas di luar ketentuan. Mobil itu bukan disewa dari rental, melainkan diperoleh dengan membayar uang muka atau DP ke salah satu perusahan mobil di Medan, Sumatera Utara. Selanjutnya, dana sewa dari BRR sebanyak Rp 12 juta per bulan digunakan pemegangnya sebagai biaya angsuran. Ini salah satu penyebab tidak optimalnya operasional di lapangan, karena kendaraan yang seyogianya untuk operasional, tapi terkesan menjadi milik pribadi, tambah sumber tadi.

Ketika dikonfirmasi soal tersebut, lagi-lagi Fajri membantah. Menurutnya, rumah-rumah yang sudah dibangun itu telah ada pemiliknya, namun pihaknya akan menyerahkan kepada pemerintah setempat untuk kemudian dibagikan kepada yang berhak.

Tentang mobil dinas BRR itu, menurut Fajri, semuanya dirental dan ada bukti administrasinya. Jadi, tidak benar dibeli secara kredit dengan menutupi cicilan dari uang sewa yang diberikan BRR Rp 12 juta per bulan. Tidak benar itu. Semua itu mobil rental. Kalau tidak percaya, lihat buktinya di bagian sekretariat, tandas Fajri Alihar yang akrab disapa Fajar. (c39)

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s