Pilkada Putaran Kedua Di Percepat Lima Hari

SUBULUSSALAM – Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam mempercepat lima hari jadwal pemilihan Walikota dan Wakil Walikota putaran kedua dengan pertimbangan agar semua tahapan dapat terlaksana pada tahun 2008, lantaran masa pemilu 2009 sudah cukup dekat. Sedangkan di Pidie Jaya, KIP setempat secara resmi menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara para calon bupati/ wakil bupati periode 2008-2013. Dari Subulussalam dilaporkan, perubahan jadwal pilkada putaran kedua disampaikan Ketua Pokja Pencalonan, KIP Subulussalam Sumardi kepada Serambi, Selasa (28/10). Semula, kata Sumardi, pihaknya telah merancang jadwal pilkada putaran kedua pada 20 Desember mendatang namun setelah dikoordinasikan dengan Pj Walikota dan unsur muspida, dipercepat lima hari sehingga menjadi Senin, 15 Desember 2008.

Sumardi mengakui pihaknya masih terkendala dengan masalah pendanaan. Pasalnya, hingga kini dana yang tersedia di KIP hanya Rp 900 juta sedangkan yang dibutuhkan mencapai Rp 1,8 M. Namun masalah ini telah dijawab oleh Walikota Subulussalam Martin Desky. Menurut walikota, apapun yang dibutuhkan untuk keperluan Pilkada Subulussalam harus diupayakan. Kalau untuk pilkada ini, mau tak mau mesti diupayakan, katanya kepada wartawan, Selasa (28/10) lalu.

Pantauan Serambi di lapangan, memasuki pilkada tahap kedua ini, suasana politik di Subulussalam tampak meningkat. Dua kandidat yang bakal berlaga di bursa pemilihan walikota mendatang terus melakukan berbagai upaya untuk meraih suara sebanyak-banyaknya. Tak terkecuali pula melakukan lobi-lobi politik terhadap para kandidat yang kalah pada pilkada lalu termasuk terhadap tokoh dan simpatisan.

Dikabarkan, pasangan nomor urut 5, Asmauddin-Salmaza telah mendapat dukungan dari empat kandidat, tokoh dan simpatisan yang kalah. Namun kabar lain menyebutkan, keempat kandidat yang kalah kemarin justru berkoalisi kepada pasangan nomor urut 1, Merah Sakti-Affan Alfian Bintang (Sabit). Sementara lima kandidat yang gugur pada pilkada lalu hingga kini masih bungkam.

Di sisi lain, sejumlah kalangan memprediksikan warga yang menggunakan hak pilihnya pada pilkada putaran kedua mendatang akan semakin sedikit. Alasannya, kedua pasangan yang akan berlaga merupakan putra daerah asli sehingga kebanyakan warga tak menghiraukan siapapun yang bakal menang. Pihak KIP Subulussalam berjanji akan mengantisipasi hal ini, bahkan pihaknya mengatakan akan mendata ulang para pemilih mendatang.

Himpunan Pelajar Perantauan Syekh Hamzah Fansuri (HPP-SHaF) Kota Subulussalam-Banda Aceh menyoroti visi misi kedua kandidat yang maju di putaran kedua mendatang. Alasannya, kedua pasangan tersebut tidak memiliki program yang jelas dan terukur untuk memimpin bumi Syekh Hamzah Fansury itu lima tahun mendatang.

Dalam siaran pers yang dikirim Rabu (29/10), mahasiswa juga menyoroti tidak jelasnya program yang menyentuh dunia pendidikan dan ekonomi kemasyarakatan. Tidak ada disebutkan indikator dari program yang mereka rencanakan,tulis HPP-SHaF dalam surat yang ditandatangani Ardhiyanto.

HPP-SHaF juga meminta siapapun yang bakal menakhodai kota Sada Kata itu mampu menyelesaikan persoalan lahan masyarakat yang masih bermasalah dengan pemilik HGU di sana. Mahasiswa mengaku prihatin atas perlakuan semena-mena pihak perkebunan yang tak kunjung selesai termasuk isu mengenai penyerobotan lahan masyarakat. Karenanya, mereka mendesak agar masalah tersebut menjadi perhatian serius dan menjadi agenda utama siapa pun yang memimpin Subulussalam.

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s