Pasangan Assalam Masih Teratas

SUBULUSSALAM – Hingga petang kemarin, perolehan suara berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan Desk Pilkada Kantor Walikota Subulussalam menunjukkan bahwa pasangan nomor urut 5 Asmauddin-Salmaza (Assalam) masih bertengger di posisi teratas. Pasangan yang dijagokan PPP, PKS, PBR, dan Partai Demokrat ini memperoleh 8.057 suara atau 27,28 persen.

Peringkat kedua ditempati pasangan nomor urut 1, Merah Sakti-Affan Alfian Bintang (Sabit) yang dicalonkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pasangan ini mampu meraup 6.784 suara atau 22,97 persen.Posisi ketiga diraih pasangan bernomor urut 7, yakni Mahdani Bako-Tarmini Pinem. Pasangan yang diusung Partai Keadilan Persatuan Indonesia (PKPI) ini merengkuh 4.468 suara atau 15,13 persen. Sedangkan pasangan Rahmi Syukur-Mus Muliadi Jabat berada di posisi keempat. Pasangan yang maju melalui jalur independen (perseorangan) ini meraih 4.079 atau 22,39 persen suara.

 

 

Sementara, calon yang diusung Partai Golkar, PAN, PDI-P dan PBB Muslim Aiyub-Usni Basyaruddin (Murni) masih bertahan pada ranking kelima, dengan perolehan 3.251 suara (13,81 persen).

 

Pada urutan keenam dan ketujuh juga masih ditempati pasangan Rusdi Hasan-Ismail (RI) dan pasangan Mahadi Bancin-Hasan Basri (Mahaba). Kedua pasangan yang maju melalui jalur independen itu masing-masing memperoleh 1.673 (5,66 persen) dan 1.226 suara (4,15 persen). Apabila hasil quick count ini bertahan atau sama dengan hasil penghitungan akhir Komisi Independen Pemilihan (KIP) setempat, maka dipastikan pilkada perdana di Kota Subulussalam ini bakal berlangsung dalam dua putaran, karena tidak ada calon yang meraup 30 persen lebih suara sah.

 

Hingga tadi malam, suara sah yang berhasil direkap hampir mendekati 85 persen dari total suara pemilih.

 

Sesuai amaran Pasal 107 ayat (1) dan (2) UU Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah, jika tidak ada pasangan calon yang memperoleh 30 persen lebih suara sah, maka harus dilakukan pilkada putaran kedua yang diikuti dua pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak.

 

Sepertinya hampir pasti akan berlangsung dua putaran, tapi nantilah kita lihat lagi perhitungan finalnya beberapa hari ke depan, kata Nurmaria, salah seorang anggota KIP Subulussalam kepada Serambi kemarin.

 

Secara keseluruhan, proses pemilihan walikota dan wakil walikota Subulussalam yang digelar Senin (20/10) lalu itu terbilang sukses dan berkualitas. Indikasinya, jumlah partisipasi pemilih sebagaimana tercatat di Desk Pilkada Subulussalam, mencapai 80,42 persen. Yang tidak mencoblos atau golongan putih (golput) hanyalah 7.192 suara atau 19,58 persen.

 

Protes

 

Begitupun, hasil pilkada Subulussalam kemarin mulai diprotes para kandidat yang kalah dengan berbagai alasan. Pasangan nomor urut 4, misalnya, langsung menyurati Panwaslu setempat terkait pengambilan SK mandat tim pemenangan pasangan ini sehari sebelum pencoblosan. Surat tertanggal 20 Oktober 2008 itu mempertanyakan dari mana Panwaslu mendapatkan SK tim pemenangan yang dianggap resmi tersebut.

 

Pasangan Rahmi Syukur-Mus Muliadi itu juga meminta penjelasan Panwaslu apakah SK tersebut merupakan pelanggaran, termasuk alasan pengambilannya. Kita keberatan mengapa cuma SK tim kita yang diambil, apakah memang menyalahi aturan, kata Mus Muliadi seraya menilai bahwa pilkada perdana ini cedera hukum.

 

Secara terpisah, Mahadi Bancin dari pasangan nomor urut 2 juga mengaku belum dapat menerima hasil pilkada kali ini. Namun, Mahadi belum dapat memberikan alasan yang kuat. Ia hanya menyatakan, timnya sedang melakukan penyelidikan di lapangan terkait beberapa pelanggaran yang terjadi.

 

Tanpa pelanggaran

 

Berbeda dengan dua pasangan yang mengajukan protes, Panitia Pengawas (Panwas) Kota Subulussalam justru menyatakan tidak menemukan pelanggaran apa pun dalam proses pemilihan walikota dan wakil walikota yang berlangsung Senin (20/10) lalu itu.

 

Ketua Panwas Pilkada Kota Subulussalam, Safran Kombih yang ditanyai Serambi di kantornya kemarin menambahkan, sejak tahapan pilkada hingga hari pencoblosan, pihaknya tidak menemukan pelanggaran yang dilakukan pasangan calon maupun tim suksesnya.

 

Safran juga mengaku tidak ada menerima laporan dari masyarakat tentang dugaan pelanggaran. Hingga saat ini, kami tidak temukan pelanggaran maupun menerima laporan, kata Safran.

 

Terkait informasi bahwa SK mandat tim pemenangan pasangan nomor urut 4 Rahmi Syukur-Mus Mulliadi Jabat yang diklaim diambil dan ada pada Panwaslu, hal itu memang diakui Safran. Namun, Safran mengaku telah menyerahkannya kembali kepada pasangan tersebut, karena SK tersebut dinilai tidak menyalahi aturan atau tergolong pelanggaran.

 

Menurut Safran, sebelas eksemplar SK mandat milik tim pemenangan nomor urut 4 tersebut didapat panwas kecamatan dari kepala desa. Tapi kita tak tahu asal usul sebenarnya, siapa yang menarik SK itu hingga sampai kepada kepala desa dan panwas. Makanya hal ini masih kita selidiki, terang Safran

 

Safran menambahkan, karena dianggap bukan pelanggaran atau menyalahi aturan, sehingga pihaknya tidak menyita barang bukti (BB) SK mandat tim pemenangan pasangan nomor urut 4 itu.

 

Menurutnya, sudah lazim bahwa setiap penerbitan SK dibarengi dengan pemberian uang jerih payah. Di SK itu jelas diterangkan tim yang bekerja mendapat upah. Jadi, upah itu boleh-boleh saja, tandasnya.

 

Dijaga ketat

 

Dilaporkan juga bahwa pascapencoblosan pada Senin lalu, Kantor KIP Subulussalam di Jalan Teuku Umar, dijaga ketat oleh aparat kepolisian Polres Aceh Singkil. Di kantor tersebut juga ditempatkan satu unit mobil panser.

 

Penjagaan di kantor KIP tersebut semakin diperketat sejak Senin malam atau beberapa jam setelah pencoblosan usai. Selain di kantor KIP, polisi dari jajaran Polres Aceh Singkil juga menjaga proses penghitungan dan rekapitulasi suara di seluruh kantor kecamatan di Kota Subulussalam. Penjagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik saat penghitungan suara dan keamanan surat suara yang saat ini masih tersimpan di kantor kecamatan.

 

Sebelumnya, Kapolres Aceh Singkil AKBP Arief Pujianto mengatakan, situasi kamtibmas saat berlangsungnya pesta demokrasi di Subulussalam itu, secara umum berjalan aman dan terkendali. Pelaksanaan pilwalko mulai dari tahap pencoblosan surat suara hingga penghitungan akhir, semuanya berjalan lancar, kata Arief kepada wartawan. (kh)

 

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s