Polisi Antisipasi Serangan Fajar

SUBULUSSALAM – Kapolres Aceh Singkil, AKBP Arief Pujianto mengingatkan para petugas pengamanan pemilihan Walikota/Wakil Walikota Subulussalam, untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya praktek politik uang yang biasa dilakukan pada dini hari, atau sering disebut sebagai serangan fajar. Pemungutan suara Pilkada Subulussalam akan dilaksanakan pada, Senin 20 Oktober 2008.

Itu perlu mendapatkan perhatian serius agar pilkada lancar. Kami memperkirakan terjadi peningkatan aktivitas saat pencoblosan mendatang, sehingga berpotensi menimbulkan kerawanan,” ujar AKBP Arief Pujianto pada acara gelar pasukan pengamanan pilkada, di Lapangan Beringin, Kota Subulussalam, Sabtu (18/20).

Apel yang dilaksanakan dua hari menjelang pilkada itu diikuti oleh 750 personel petugas pengamanan Pilkada Subulussalam. Polres Aceh Singkil mengerahkan 283 personel atau dua pertiga kekuatan Polres Aceh Singkil. Mereka dibantu oleh Satuan Brimob dari Kompi Trumon, TNI dari Kodim 0109 Aceh Singkil dan dari Kompi 115 Macan Leuser, serta anggota Linmas dan Sat Pol PP. Para petugas keamanan itu disebar ke 140 tempat pemungutan suara (TPS), di lima kecamatan dengan jumlah pemilih terdaftar sebanyak 3673 jiwa.

Dalam arahannya, Kapolres menegaskan, pelaksanaan pemilihan walikota Subulussalam harus sukses sehingga menjadi contoh bagi daerah lain. Karena itu, Arief menyatakan akan menindak tegas siapapun yang melakukan provokasi atau ingin menggagalkan pilkada. Arief juga mengingatkan semua personel harus tetap waspada dan bisa mengendalikan diri, terutama dari pihak-pihak yang berusaha menggagalkan proses pelaksanaan pilkada itu.

>Kapolres juga meminta dukungan dari segenap elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyukseskan Pilkada Subulussalam. “Tugas berat ini hanya dapat terlaksana dengan baik jika semua pihak mau bekerjasama, saling bahu membahu dalam menciptakan suasana kondusif,” katanya.

Ia mengingatkan, pada masa tenang tidak menutup kemungkinan ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang dengan sengaja menghembuskan isu-isu negatif, dan berdampak pada terganggungnya stabilitas Kamtibmas. Guna mengantisipasi hal itu, Kapolres menghimbau seluruh komponen masyarakat agar tidak terpancing oleh hasutan-hasutan yang menyesatkan.

Simulasi

Di tempat terpisah, Komisi Independen Pemilihan (KIP) Subulussalam, kemarin siang menggelar simulasi tentang tata cara pencoblosan dalam pemilihan Walikota/Wakil Walikota Subulussalam yang akan dilaksanakan besok. Simulasi tersebut merupakan bagian dari tahapan yang dilaksanakan KIP dalam rangka menyosialisasikan mekanisme pencoblosan kepada masyarakat berkaitan dengan.

Dalam simulasi ini, masyarakat diajarkan tentang tata cara pencobolosan yang baik dan benar, sehingga kertas suara tidak banyak yang rusak atau dianggap tidak sah karena kesalahan pencoblosan. Penjelasan yang diampaikan mulai dari mendatangi tempat pemungutan suara (TPS), mendaftarkan diri kepada petugas hingga pencoblosan serta proses penghitungan suara.

SMS berantai

Pantuan Serambi, menjelang hari pencoblosan Pilkada Subulussalam, banyak beredar pesan singkat atau SMS yang berisikan ajakan untuk memilih salah satu pasangan kandidat. SMS tersebut tersebar luas secara berantai di berbagai kalangan masyarakat.

Di sisi lain, kendati sudah memasuki masa tenang menjelang pemilihan kepala daerah Subulussalam, namun sejumlah atribut kampanye, terutama stiker masih ditemukan di sejumlah daerah terutama di pusat kecamatan. Pihak panwas kota terkesan tidak tegas untuk menertibkannya. Sejumlah kalangan menilai, koordinasi dengan panwas tingkat kecamatan masih buruk.(kh)

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s