Meutia Hatta : Jangan Sampai Kita Dikuasai

Mutia Hatta
Mutia Hatta

SUBULUSSALAM -Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Dr Meutia Hatta berharap agar masyarakat Kota Subulussalam tidak sampai dikuasai namun harus mampu menjadi tuan di tanahnya sendiri. Pesan tersebut disampaikan saat berkunjung ke kota Subulussalam, Sabtu (11/10).

Meutia mengungkapkan kemerdekaan berarti mempunyai negara sendiri, bebas menentukan arah perjuangan bangsa sendiri, dan mendesain pemerintahan sendiri. Jangan sampai, kata Meutia, tanah-tanah yang ada dijual habis sehingga rakyat menjadi pengangguran. Sudah saatnya kita menjadi tuan di negari sendiri, dan bangga menjadi bagian dari Bangsa Indonesia, mampu berdiri sendiri tanpa campur tangan bangsa lain, jar Meutia seraya menjelaskan bukan berarti harus anti dengan pihak asing, tetapi mereka mestinya tunduk dengan aturan kita, tambah Meutia

Meutia juga mengatakan perempuan adalah bagian dari masyarakat yang berhubungan sangat erat dengan masalah kesejahteraan masyarakat. Dalam keadaan krisis perekonomian, perempuanlah yang paling merasakan akibat dari krisis tersebut. Akan tetapi, dalam keadaan yang kritis, seringkali perempuan lebih mempunyai inisiatif, bangkit dan menggerakkan masyarakat sekitarnya untuk memperbaiki kondisi perekonomian, mulai dari perekonomian keluarga, meluas sampai ke perekonomian rakyat.

Menurut Meutia, saat ini telah banyak kaum perempuan yang duduk dipemerintahan maupun menjadi pemimpin tapi tak sedikit pula yang masih sengsara. Dikatakan, perempuan masih banyak yang tertinggal dan sulit mendapatkan akses pendidikan, kesehatan maupun pekerjaan. Perempuan, kata Menteri, kalau tidak diberdayakan, maka pembangunan akan pincang, karena perempuan itu adalah aset pembangunan dan bukan merupakan beban atau hambatan.

Kendati demikian, lanjut menteri, tidak semua perempuan harus bekerja di kantoran namun bisa saja bekerja di kebun, menjadi pedagang, atau usaha lain. Yang terpenting, sebutnya, menyangkut pembianaan dan pendidikan. Oleh karena itu, sudah saat perempuan untuk menjadi subyek pembangunan bukan hanya sekedar obyek,” ujarnya seraya menambahkan undang-undang telah mengamanatkan pembangunan manusia tanpa membedakan jenis kelamin dan tidak diskriminasi.

Usai melakukan pertemuan dengan pejabat Pemko Subulussalam, Meutia yang juga ketua DPP PKPI bertolak ke lapangan Beringin untuk menhadiri kampanye pasangan kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Mahdani Bako-Tarmini Pinem dengan nomor urut 7. Meutia yang didampingi pengurus partai PKPI Propinsi NAD, Sumut dan DPC Kota Subulussalam turut menjadi jurkam dalam kampanye yang cukup meriah itu. (kh)

Sumber : Serambinews

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s