Dua Pekerja Tewas Tertimbun Longsor, Satu Luka-luka

SUBULUSSALAM – Dua pekerja bangunan tewas dan seorang lainnya luka-luka tertimpa tanah yang longsor dari tebing bukit setinggi delapan meter di Desa Lae Pemualen, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, Senin (25/8) siang. Saat kejadian, para pekerja tengah menggali tanah untuk menimbun fondasi Masjid Al-Mukhlisin yang sedang dibangun di desa tersebut. Korban yang tewas adalah Rapek Udin (51) dan Tudin Barat (35), keduanya penduduk Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Runding. Sedangkan pekerja yang mengalami luka berat bernama Husein (41), warga Desa Tanah Tumbuh. Seorang pekerja lainnya, Salman (36), yang juga ikut menggali tanah untuk menimbun fondasi masjid, sempat menyelamatkan diri dari berkubik-kubik tanah yang luruh.

Sejumlah sumber dan saksi mata yang dihubungi Serambi kemarin menuturkan bahwa saat kejadian para pekerja sedang menimbun fondasi bangunan Masjid Al-Mukhlisin Desa Lae Pemualen. Untuk itu, mereka mengambil tanah uruk di tebing bukit yang berjarak sekitar 50 meter dari masjid tersebut.

Namun nahas, sekira pukul 14.00 WIB, saat mereka sedang asik menggali tanah, tiba-tiba tebing galian itu longsor. Runtuh begitu saja. Tinggi tebing tempat tanah itu luruh kurang lebih delapan meter, ungkap Salman, seorang pekerja yang selamat dalam musibah itu.

Menurut Salman, saat tanah bukit itu luruh ia kebetulan sedang berada agak jauh dari tempat teman-temannya berdiri. Sedangkan ketiga rekannya tak sempat lari dan langsung tertimpa oleh berkubik-kubik tanah longsor. Akibatnya, dua pekerja, Rapek Udin dan Tudin Barat, tewas di tempat.

Sedangkan Husein berhasil diselamatkan warga, karena timbunan tanah yang mengitari tubuhnya hanya setinggi leher, sehingga masih memungkinkannya bernapas. Meski nyawanya terselamatkan, namun tubuhnya luka-luka.

Husein bisa cepat dibantu, karena Salman yang selamat dari musibah itu berinisiatif langsung memberi tahu warga sekitar untuk memberikan pertolongan. Aparat kepolisian dari Polsek Runding serta anggota TNI dengan dibantu warga setempat, bersama-sama mengevakuasi korban dengan peralatan seadanya. Setelah diangkat, ternyata hanya Husein yang masih bernyawa.

Setelah berhasil dievakuasi, kedua mayat korban diserahkan kepada keluarganya masing-masing. Sementara itu, tempat kejadian langsung diamankan polisi dengan memasang garis polisi (police line).

Kapolsek Runding, Iptu M Samin, mengatakan peristiwa tersebut merupakan kali pertama terjadi di kawasan itu, meski sudah sejak lama aktivitas menambang tanah berlangsung di lokasi tersebut.

Berkaca dari kejadian itu, Iptu Samin mengimbau para pekerja agar lebih waspada dan benar-benar memerhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Ini termasuk kecelakaan kerja. Mungkin mereka lupa kalau di atas galian ada tanah yang labil, kata Iptu Samin.

Amatan Serambi, suasana duka menyelimuti warga Desa Tanah Tumbuh, Kecamatan Runding, Kota Subulussalam, sejak siang hingga kemarin sore. Ratusan pelayat silih berganti mendatangi kedua rumah korban yang meninggal akibat tertimbun tanah longsor.

Sesampai di rumah duka, setelah melihat keadaan fisik kedua pekerja masjid itu, banyak pelayat yang tak kuasa menahan isak tangis, seperti halnya keluarga inti dari kedua korban. Informasi terbaru yang diperoleh Serambi, kedua korban tadi malam dikuburkan terpisah seusai shalat magrib.

sumber : http://serambinews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s