Khawatir Masa Depan Aceh

Masa depan Aceh mengkhawatirkan publik. Pasca Pemilu tahun depan Aceh akan memasuki babak baru, kata pengamat politik. Babak baru itulah yang mengkhawatirkan banyak pihak.

Kalau Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan dukungan bagi pemekaran Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), maka Wapres Jusuf Kalla sudah menegaskan sikap pemerintah menolak pemekaran wilayah Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS). Alasan JK, kalau dilakukan pemekaran berarti menabrak Undang-Undang (UU).

Kalau berpedoman pada MoU (Memorandum of Understanding) yang diteken pemerintah Indonesia dengan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki pada 15 Agustus 2005 dalam rangka mewujudkan perdamaian di Aceh memang tidak dibenarkan adanya pemekaran wilayah, termasuk provinsi.

Aceh harus tetap menjadi bagian dari NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Oleh karena itu, penolakan pemerintah pusat atas pemekaran ALA dan ABAS sejalan dengan MoU Helsinki.

Kalau Aceh menjadi tiga provinsi besar kemungkinan bisa semakin berkembang sehingga tingkat perekonomian dan kesejahteraan rakyat di sana semakin meningkat, melesat meninggalkan daerah-daerah jirannya Sumatera Utara.

Apalagi potensi alam Aceh sangat luar biasa. ALA dan ABAS bahkan bisa melampaui Provinsi Gorontalo bila potensi masyarakat dan alamnya dikelola dengan benar.

Hanya saja, bagi Gubernur Aceh Irwandi Yusuf dan Wagub Muhammad Nazar wewenangnya semakin berkurang. Jadi, diperlukan jiwa besar dan kajian lebih mendalam seputar untung-ruginya pemekaran Aceh menjadi tiga provinsi.

Kalau bisa membuat wilayah dan rakyatnya lebih berkembang dan makmur mengapa harus ada penolakan dari pusat dan pejabat di daerah? Lain halnya kalau dampak negatifnya jauh lebih besar, maka kita menyatakan stop upaya pemekaran.

Justru itu, pemekaran Aceh menjadi tiga provinsi pada akhirnya terpulang dari rakyat Aceh sendiri, khususnya mereka yang mendiami ALA dan ABAS.

Kalau mereka ngotot terus berjuang tidak tertutup akan berhasil. Sebab, tidak ada yang tidak mungkin terjadi bila suatu wilayah rakyatnya sudah menyatukan tekad untuk pemekaran.

Soal pelanggaran UU hal itu bisa dibicarakan lebih lanjut. Sebab, perubahan UU sangat dimungkinkan. Apalagi UUD 1945 saja bisa diamandemen. Yang tidak boleh dikutak-katik hanya kitab suci Al-Quranulkarim dan Hadits.

Berkaitan semakin menguatnya tuntutan masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara dan Aceh Singkil menjadi provinsi “ALA” kemudian Kabupaten Aceh Barat, Aceh Jaya, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh Selatan dan Simeulu dengan provinsi “ABAS” maka semua pihak harus bisa menempuh prosedur.

Boleh menyalurkan aspirasi namun jangan menggunakan kekerasan. Sebab, yang rugi nantinya masyarakat Aceh sendiri. Jika dipaksakan juga, bisa-bisa Aceh menjadi 3-4 provinsi sehingga jelas-jelas melanggar MoU Helsinki antara pemerintah RI dengan GAM pada 15 Agustus 2005.

Namun di sisi lain, perkembangan di Aceh saat ini tidak bisa dianggap enteng. Kalau masyarakat di kawasan itu (ALA dan ABAS) terus berjuang dan pada Pemilu tahun depan gedung dewan dikuasai ’’orang-orang GAM’’ lewat partai lokal (Parlok) bukan tidak mungkin permasalahan di ALA dan ABAS semakin menghangat. Sebab, tidak tertutup kemungkinan dilakukan referendum di sana. Hal ini sangat membahayakan masa depan Aceh dan NKRI.

Tak pelak lagi, pemerintah RI dan DPR RI sebaiknya tidak mengabaikan usul pembentukan Propinsi Aceh Lauser Antara (ALA) dan Aceh Barat Selatan (ABAS) karena jika mengabaikan atau terlambat memberi respons akan berimplikasi panjang bagi keutuhan NKRI. Publik saat ini benar-benar khawatir akan masa depan Aceh.

5 thoughts on “Khawatir Masa Depan Aceh

  1. Assalamu’alaikum.wr.wb..
    Saudaraku, mari kita renungkan esensi pembentukan ABAS-ALA yang selama ini diperjuangkan oleh saudara-saudara kita. Apakah kepentingan rakyat banyak akan segera terakomodir dengan dibentuknya Provinsi baru? Maka lihatlah hasil pembangunan dalam 5 tahun terkahir pada kabupaten-kabupaten pemekaran. Apa hasilnya terhadap rakyat? Hampir tidak ada. Anggaran yang didapatkan hanya digunakan untuk pembangunan kantor-kantor pemerintahan, yang sebenarnya sudah ada, dan banyak pemkab mengabaikan kepentingan rakyat. Jadi apa yang bisa saudara bayangkan bila terbentuknya provinsi baru nanti? Jelas yang pertama adalah pemenuhan kebutuhan bagi Penggagas pembentukan Provinsi, yang diprediksikan akan menjadi kepala daerah, dan antek2nya. Rakyat?? Tunggu dulu..Tunggu sampai rakyat-rakyat ingin menjadi kepala daerah dengan membentuk provinsi baru lagi. Jadi ini adalah lingkaran setan yang sengaja digulirkan oleh mereka-mereka yang tidak ingin Aceh ini bersatu. Ingatlah Saudaraku, Aceh adalah tanah kita, histori kita, jangan sampai gelap mata karena haus kekuasaan. Mari kita bangun Aceh secara holistik dan totalitas. ACEH LHEE SAGOE! Wassalam.

  2. kalau khawatir tentang keadaan aceh? lebih baik mengkhawatirkan megawati jadi president…. atau hasan tiro jadi president….
    he…3x

    ini biang keroknya mudahkan cari biangnya?

    gitu aja kok repot>>>>>>> Mega–mega—- pantesan di kantor PDI P peta Aceh diberi warna HITAM… ada apa ini Mbak mega?

  3. kalau saya sih nggak setuju dengan pemekaran itu , karna sesudah pemekaran nantinya otomatis harus mulai dari nol lagi , dan rakyat pun menjadi bingung harus mengadu kemana , sedangkan pemerintahan nya saja masih baru dan perlu renovasi pj daerah dan masih banyak lagi , dan untuk apbk daerah pun tidak lagi masuk dr pusat , dan harus melobi sendiri , kalau sekarang kan kita tinggal tunggu hasil dari rekomondasi pemerintah aceh , apakan pemerintah daerah bisa menjamin dengan adanya pemekaran , sesudah pemekaran nanti nya mungkin tidak berlaku lagi adanya partai2 lokal tentunya akan menjadi suatu hal yg buruk bagi caleg2 lokal untuk mendudukin pemerintah daerah setempat .

  4. kalau ga setuju ga pa2….wong itu hanya gertak sambal kol takut… biar aja gitu kenapa..kita di alam demokrasi nih…. kwekkk kwekkkk…..
    mau mekar ayo…. mau tidak ay ayo…. kwekkkk kwekkkkk…..
    gitu aja kok repot…….kwekkkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s