Rakyat sulit, pejabat daerah dan DPRK studi banding

SUBULUSSALAM – Dalam situasi perekonomian masyarakat yang masih tergolong sulit, sejumlah pejabat daerah dan jajaran anggota DPRK Subulussalam melakukan plesiran atau lebih nyaman dengan sebutan studi banding.

Tak tanggung, sekira 26 personel, delapan diantaranya anggota DPRK ini melakukan studi banding ke Pontianak, Kalimantan Barat. Akibatnya, sejumlah kalangan masyarakat di sana protes, meskipun sering kali gerakan ini nyaris tidak menyiutkan oknum pejabat atau wakil rakyat untuk melakukan perjalanan dengan sejumlah alasan.

Di sisi lain warga menilai, tindakan sejumlah pejabat dan wakil rakyat terutama Komisi B dan C ini justru sangat melukai hati. Apalagi sumber menilai, kepergian itu tidak memiliki prioritas dalam menjalankan fungsi dan tugas sebagai wakil rakyat.

Emir Hamdi, SH salah seorang pemerhati sosial masyarakat kepada Waspada melalui ponselnya, Kamis 7 Agustus 2008 menilai sangat kurang tepat tindakan sejumlah pejabat maupun wakil rakyat itu. Pasalnya, saat ini rakyat dilanda gejolak ekonomi, terutama pasca kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Dikatakan, para wakil rakyat mestinya lebih fokus kepada upaya perbaikan ekonomi rakyat, bukan justru menghabiskan uang rakyat dengan dalih studi banding. “Dalam kondisi ekonomi yang stabil saja, segala bentuk kegiatan yang menguras anggaran daerah harus betul-betul dikurangi, apalagi pada saat ini,” kritik Emir.

Emir menegaskan, idealnya kalangan DPRK dan pejabat daerah lebih memperhatikan kepentingan rakyat daripada sibuk urusan jalan-jalan dengan kedok studi banding. “Lebih baik hemat anggaran dan dimanfaatkan untuk keperluan publik, bukan jalan-jalan,” kata Emir.

Sumber setempat menyebutkan, alokasi dana bagi seorang anggota DPRK yang dikemas dalam gelar kunjungan kerja (kunker) ini senilai Rp6,3 juta. Menariknya, daerah tujuan kunker justru Pontianak, Kalimantan Barat. Menirukan Sekwan, Mahdi, S.Sos, sumber kepada Waspada mengatakan, kegiatan itu bukan studi banding tetapi kunjungan kerja.

“Jangan pula balik dari kunjungan kerja atau studi banding diam-diam saja, mestinya dipresentasikan, dipublikasi dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat apa yang telah diperoleh selama kegiatan sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat,” pinta sumber.

sumber : http://www.waspada.co.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s