Transportasi Hambat Pasokan BBM ke Subulussalam

BANDA ACEH – Kelangkaan premiun yang terjadi di Kota Subulussalam sejak awal Juli lalu karena transportasi darat ke daerah itu relatif sulit. Pertamina berjanji dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Subulussalam untuk mengatasi kelangkaan bensin di daerah itu. Transportasi ke Kota Subulussalam tergolong sulit, sehingga upaya pemenuhan kebutuhan BBM di daerah itu mengalami kendala, kata Rustam Aji, staf Humas PT Pertamina Region I Medan menjawab Serambi via telepon seputar kelangkaan premian di sebagian Aceh akhir-akhir ini.

Menjawab Serambi apakah kelangkaan itu karena Pertamina tidak mamasok sesuai jatah, Rustam mengaku jumlah yang dipasok ke SPBU-SPBU sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.

Pemerintah atas persetujuan DPR telah menetapkan kuota BBM bersubsidi, baik premium, solar maupun minyak tanah untuk seluruh Provinsi. Jumlah yang kami salurkan sesuai kuota itu, tidak dapat ditambah atau dikurangi, katanya.

Ditambahkan Rustam, kalaupun terjadi kelangkaan sewaktu-waktu, lebih karena transportasi ke daerah yang dituju relatif sulit.

Sementara itu Sales Representative Pertamina Cabang Banda Aceh, Awan Raharjo, yang ditanyai Serambi seputar upaya Pertamina mengatasui kelangkaan BBM di Subulussalam, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Subulussalam.

Kami rencanakan pada minggu ke empat bulan Juli ini akan berkoordinasi dengan Pemko Subulussalam untuk mencari solusi mengatasi kelangkaan BBM di sana,” katanya melalui ponsel, kemarin.

Dikatakan Awan Raharjo, distribusi BBM ke Subulussalam dan kota-kota lain di kawasan Barat-Selatan Aceh dilakukan Pertamina melalui Depot Pertamina di Labuhan Deli, Sumatera Utara. Karena kawasan itu lebih dekat ke Medan dibandingkan ke Banda Aceh.

Dia memperkirakan sejak awal Agustus nanti pasokan BBM ke Subulussalam akan lancar.Kami sedang berupaya agar sejak Agustus nanti pasokan BBM ke daerah itu akan bisa lancar,imbuhnya.

Sebagaimana diberitakan Serambi sebelumnya, sejak awal Juli lalu, premium langka di Subulussalam. Akibat sering mengalami kelangkaan itu, harga eceran bensin di kios-kios di pinggir jalan semakin menyengsarakan rakyat. Para pengecer BBM bahkan berani mematok harga bensin hingga Rp 9.000-10.000 per liter.

Seorang pemilik SPBU, H Syafriadi Manik yang ditanyai Serambi mengatakan, kelangkaan bensin sering terjadi pasca perubahan perusahaan pengangkutan. Saat ini, kata dia, pengangkutan BBM dilakukan oleh perusahaan PT Elnusa Transport. Perusahaan ini sering lambat memasok BBM karena minimnya armada (mobil tangki).

Sebelumnya, lanjut dia, pengangkutan dilakukan oleh tiga perusahaan seperti PT Miduk Arta, PT Jasa Permana dan PT Taman Midi. Sebaiknya pengangkutan dikembalikan pada pola lama agar tidak lagi terjadi kelangkaan BBM baik di Singkil maupun Kota Subulussalam, kata Syafriadi yang kerap disapa Oyon itu.

sumber : serambinews.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s