Di Subulussalam, Mitan Lampaui HET

SUBULUSSALAM – Derita masyarakat Kota Subulussalam benar-benar komplit. Pasalnya sekarang tak cuma harga eceran bensin yang mahal, tapi harga minyak tanah (mitan) juga ikut melejit di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai mana ditetapkan Gubernur belum lama ini. Demikian disampaikan sejumlah warga kepada Serambi, Selasa (8/7) lalu. Sesuai HET yang dikeluarkan Gubernur Aceh, harga mitan untuk Kota Subulussalam hanyalah Rp 2.940 per liter. Namun, kata warga Subulussalam, di lapangan harga jual mitan melampaui HET, mulai Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per liter.

Tingginya harga minyak tanah praktis membuat panik ibu rumah tangga. Malah ada beberapa di antaranya mengaku tak membeli minyak tanah karena uang tak cukup untuk berbelanja kebutuhan lainnya.

Kita benar-benar stres, walau sudah ada HET tapi harga minyak tanah kok masih mahal, kata warga yang sengaja menghubungi Serambi, kemarin.

Masih mahal

Di sisi lain, krisis bahan bakar minyak (BBM) khususnya premium di Subulussalam juga belum teratasi. Stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Subulussalam secara bergantian diserbu para konsumen. Sementara para pedagang eceran tetap antusias, meski panas terik. Mereka membawa beberapa jeriken besar berukuran 20 liter bahkan ada yang lebih.

Karena keberadaannya yang sering langka, para pedagang mematok harga antara Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per liter. Kenaikan yang mencapai 40 persen tersebut dinilai sangat tidak layak. Akan tetapi, masyarakat terpaksa membeli premium di tingkat eceran dengan harga tinggi, karena sangat membutuhkannya untuk kendaraan bermotor mereka.

Terpaksa kita beli, karena motor saya benar-benar kosong bahan bakarnya,” kata Lidin, seorang pengendara.

Masyarakat mendesak pemerintah setempat segera mengambil langkah guna mengendalikan harga-harga barang di daerah tersebut. Pihak kepolisian setempat juga diminta turun ke SPBU-SPBU untuk mengatasi pembelian berjeregen bila harga eceran tetap melambung, termasuk untuk mengantisipasi penimbunan oleh oknum tak bertanggungjawab.

Diturunkan

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Subulussalam Hermanto yang dikonfirmasi Serambi mengaku sudah mendengar keluhan masyarakat menyangkut melambungnya harga mitan di daerah tersebut.

Terkait dengan itu, Hermanto mengaku telah mengundang pihak agen yang difasilitasi Pj Walikota Subulussalam guna membicarakan harga mitan tersebut. Dalam pertemuan itu, kata Hermanto, pihak agen bersedia menurunkan harga mitan menjadi Rp 3.500 per liter dan akan berlaku sejak Kamis (10/7).

Menurut Hermanto, kendati ketetapan tersebut masih merupakan hasil kesepakatan dan belum dibuat menjadi keputusan Walikota, namun harga mitan di seluruh wilayah Kota Subulussalam tidak lebih dari Rp 3.500 per liter.

Memang belum menjadi keputusan walikota tapi kita sudah meminta kepada para agen agar harga minyak tanah di seluruh kota subulussalam termasuk daerah pelosok tidak lebih dari Rp 3.500 per liter, tegas Hermanto

Menyangkut harga eceran bensin di lapangan yang juga cukup meresahkan, Hermanto berjanji akan segera menindaklanjuti. Hermanto mengaku belum paham langkah apa yang akan ditempuh terhadap para pengecer. Sementara pihak SPBU yang dikonfirmasi sebelumnya berdalih kalau masalah eceran dan pembelian berjeregan tersebut adalah wewenang pemerintah setempat.

Koordinator Aliansi Masyarakat Anti Monopoli dan Peduli Minyak Minyak Tanah, Emir Hamdi SH menegaskan menolak harga Rp 3.500 per liter karena dianggap belum sesuai dengan SK Gubernur.

Emir mendesak agar SK Gubernur Aceh tentang HET mitan benar-benar diterapkan di Subulussalam. Di sisi lain, Emir berharap agar pangkalan minyak tanah diperbanyak hingga ke kecamatan-kecamatan. Sedangkan untuk Simpang Kiri harus lebih banyak.

sumber : http://serambinews.com/


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s