Bursa Calon Walikota Subulussalam

Subulussalam – Bursa bakal calon (balon) Walikota Subulussalam, dilaporkan mulai muncul, meskipun Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di kota termuda di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu baru akan digelar Juli 2008.

Informasi yang diperoleh di Banda Aceh, Kamis (6/9), DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Subulussalam pada Musyawarah daerah pertama telah menentapkan Muslim Ayub, SH, M.Hum sebagai balon Walikota yang berada di perbatasan Sumatera Utara (Sumut)-Aceh.

Dengan demikian, Muslim Ayub yang kini sebagai anggota DPR Aceh (DPRA) itu merupakan balon walikota pertama, karena dari dari parati lainnya dan jalur independen belum ada yang mengajukan nama-nama dan mencalonkan diri.

Kota Subulussalam yang baru diresmikan awal tahun 2007 itu merupakan daerah pemekaran Kabupaten Aceh Singkil, bahkan sebelumnya wilayah itu masuk dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Muslim Ayub saat dikonfirmasi mengakui bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai balon Walikota Subulussalam oleh DPD PAN setempat pada hasil Musda lalu.

Ketika ditanya berpasangan dengan siapa, ia menyatakan, hingga saat ini belum ada dan masalah itu akan dibicarakan lebih lanjut, apakah orang dari birokrat atau politisi.

Informasi yang berkembang, PAN akan menggandeng calon dari Partai Golkar, namun siapa yang akan diajukan oleh partai berlambang pohon beringin itu belum diketahui. Ketika ditanya misi visi, Muslim Ayub menyatakan, apabila dirinya menjadi Walikota, maka program utama adalah memperdayakan ekonomi masyarakat khususnya di sektor pertanian dan perkebunan karena potensinya cukup besar, selain sektor perdagangan.

Di sektor perkebunan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditi unggulan di Kota Subulussalam, disamping komoditi lainnya, seperti kemiri dan coklat.

Kota Subulussalam yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara bisa dijadikan daerah transit berbagai jenis komoditi yang akan dipasok ke Sumut dan pantai barat selatan Aceh