Film Pendek Istana di Surga

Posted on Updated on

Published on Nov 18, 2013

Sinopsis
Anak-anak Desa Barabung penuh cita-cita, mereka giat belajar walaupun di sawah perkampungannya. Rasa ingin membantu, membangun untuk lebih baik sudah tertanam di jiwa mereka. Rumah ibadah di desa mereka belum rampung terbangun, dimanakah mereka akan mencari uang untuk membantu rumah ibadah tersebut? ayo saksikan di film ini

Pola Pemikiran Ahok yang Memukau

Posted on Updated on

Basuki Tjahaya Purnama

Ahok? Tentu kita sangat mengenal sosok bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama, sosok ini sudah menjadi pioner hampir di seluruh Indonesia semenjak menjadi sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Jokowi. Rasanya cukup beralasan sehingga Ahok bersanding dengan Jokowi, awalnya mungkin ada keraguan Ahok mendampingi Jokowi. Namun setelah beberapa waktu berjalan, ternyata Ahok tak lebih juga tak kurang dari Jokowi. Ahok pun punya ciri khas yang menawan dan ketegasan terhadap sikapnya. Dari sinilah hampir semua orang mulai menyarungkan api kebencian dan kesukaan terhadap Ahok!

Ahok tidak hanya terkenal sebagai sosok yang ganteng dari fisik, namun pemikiran dan keputusannya sering kali membawa perdebatan di banyak kalangan. Ahok memang terkenal dengan argumen-argumen pedas yang kemudian menimbulkan kontroversi. Ahok terkesan sangat berani bertindak dalam berbagai hal tanpa memikirkan buntut panjang mengekor di belakang setiap kebijakannya. Ahok selalu mempertimbangkan kemaslahatan umat dalam setiap perlakuan yang sudah ditentukannya. Begitulah Ahok, punya ciri tersendiri dalam menarik simpati, walau kemudian simpati yang muncul tidak hanya positif melainkan berbau negatif yang berkepanjangan. Read the rest of this entry »

ICMI Minta Provinsi Tengahi Konflik Pilkada Subulussalam

Posted on

SUBULUSSALAM – Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Orda Kota Subulussalam dr H Syahyuril, meminta Pemerintah Aceh untuk turun tangan menyelesaikan kemelut pilkada wali kota/wakil wali kota Subulussalam 2013. Langkah ini perlu dilakukan agar tidak menimbulkan konflik berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat Subulussalam.

“Saya pikir sudah saatnya provinsi turun tangan menengahi masalah politik pilkada Subulussalam. Jangan sampai mereka (provinsi) hanya sekedar melihat-lihat saja kekisruhan yang melanda Subulussalam. Sebagai pemerintahan lebih tinggi atau katakanlah koordinator kabupaten/kota, ada kewenangan provinsi menyelesaikan persoalan di daerah,” kata Syahyuril kepada Serambi Sabtu (9/3). Read the rest of this entry »

Isu Mutasi Resahkan Pejabat Subulussalam

Posted on

Subulussalam, (Analisa). Sejumlah pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Subulussalam beberapa bulan ini khawatir dan resah akibat mencuatnya isu mutasi yang bakal Walikota Merah Sakti dalam waktu dekat ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan dari kalangan satuan kerja perangkat kota (SKPK) setempat, Selasa (5/2), akibat isu mutasi yang telah beredar bulan Januari 2013 itu, sejumlah para kepala dinas semakin aktif dan terlihat muncul dalam berbagai kegiatan terutama saat menghadiri undangan yang dipimpin oleh Walikota Merah Sakti.

“Isu ini membuat beberapa kepala dinas semakin rajin dan ada juga yang semakin malas bekerja,” kata sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Dikatakan, Merah Sakti akan melakukan perombakan kabinet di jajarannya dalam bulan ini guna menyesuaikan struktur organisasi pemerintahan yang baik yang bertujuan memacu pembanguan di daerah ini.

“Mutasi pejabat ini adalah prerogatif kepala daerah untuk mewujudkan tatanan pemerintah yang baik dan efektif,” ungkap salah satu sumber di kalangan SKPK ini.

Menyoroti isu mutasi yang akan dilakukan Walikota dan Wakil Walikota Affan Alfian ini, Ketua LSM Berkah, Syahril Tinambunan, mengharapkan agar pajabat yang akan diberi amanat tersebut harus mampu dan bisa memberikan yang terbaik bagi daerah.

Namun, penempatan posisi kepala juga diharapkan sesuai dasar dan latar belakang pendidikan pejabat tersebut. Selain itu, mutasi seharusnya lebih kepada pejabat yang selama ini berkinerja buruk.

“Kita harap yang dimutasi itu kepala dinas yang berkinerja buruk sehingga memberi kesempatan kepada pejabat lain yang dianggap mampu supaya pemerintahan ke depan berjalan lebih efektif,” ujar Syahril.

Sumber : Harian Analisa

PT SSN Hanya Bersedia Beri Kompensasi Rp1,5 Juta

Posted on

Sejumlah anggota DPRK, unsur direksi PT SSN, perwakilan pemerintahan, LSM dan mahasiswa serta warga korban limbah sedang rapat menentukan nilai pemberian kompensasi kepada korban limbah di gedung DPRK Subulussalam, Jumat (14/9).

Subulussalam, (Analisa). Managemen PT Samudera Sawit Nabati (SSN) Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam hanya bersedia memberikan kompensasi sebesar Rp1,5 juta per nelayan dari tuntutan Rp5 juta yang diajukan 303 korban pencemaran limbah sawit.

“Perusahaan hanya menyanggupi kompensasi senilai Rp 1,5 juta per nelayan karena tidak mampu membayar lebih besar lagi,” kata Syarif, unsur Direksi PT SSN di gedung DPRK Subulussalam, Jumat (14/9).

Menurut Syarif, perusahaan bukan tidak sanggup memberikan kompensasi seperti yang menjadi tuntuan warga sebesar Rp5 juta, namun jumlah penerima yang mencapai 303 lebih sangat memberatkan.

Bahkan khusus, terhadap 87 korban limbah warga Desa Muara Batu-Batu Kecamatan Runding Kota Subulussalam, perusahaan hanya menyanggupi konpensasi senilai Rp500.000 dari tuntutan Rp1 juta kepada masing-masing korban.

Keberatan

Tawaran yang diberikan tersebut mendapat sanggahan yang keras dari korban limbah, LSM dan mahasiswa. Jaddam sebagai salah orang korban limbah yang juga mantan kepala desa, merasa keberatan atas keputsuan perusahaan itu.

Jaddam menilai PT SSN terkesan menyamakan kompensasi yang dilakukan PT Bangun Sempurna Lestari (BSL) dan selama ini dinilai kurang kooperatif dan berbelit-belit dalam mengatasi persoalan.

Hal yang senada juga disampaikan Kades Muara Batu-Batu serta Kepala Desa Lae PemualenDarni Tinambunan. Darni menilai PT SSN tidak memiliki nilai kesatuan terhadap warga korban limba. ” Jadi karena perusahaan banyak duit mampu membayar pengacara dan berbuat angkuh,” katanya.

Sejumlah warga, LSM dan mahasiswa mengeluarkan penyataan pedas serta kecaman kepada pihak perusahaan karena tawaran yang diajukan dinilai tidak sesuai dengan dampak yang ditimbulkan akibat pencemaran limbah tersebut.

Pantauan Analisa, walaupun dalam rapat itu terlihat para korban, LSM dan mahasiswa bersikeras agar kompensasi dinaikkan, namun pihak perusahan tetap bersikukuh hanya bersedia memberikan kompensasi senilai Rp 1,5 juta per nelayan hingga akhirnya disepakati juga.

“Jangan sampai gara-gara berharap hujan turun dari langit, air di tempayan ditumpahkan. Karena berharap banyak, yang sedikit ditolak akhirnya nihil. Jadi kami terimalah nilai itu,” ujar para kepala desa.

Rapat yang dimediasi anggota DPRK itu menghasilkan beberapa keputusan, di antaranya sebanyak 303 nelayan mendapat kompensasi senilai Rp1,5 juta, 87 korban limbah mendapat Rp500.000 dan PT SSN melakukan penaburan benih ikan sebanyak 250.000 ekor serta mengganti rugi ikan pemilik kerambah yang mati akibat limbah.

Kompensasi tersebut rencananya akan disalurkan oleh perusahaan kepada para korban limbah dalam waktu dua minggu. Selain itu, perusahaan juga menyumbang satu ekor kerbau sebagai sanksi adat kepada Desa Muara Batu-Batu yang merupakan penerima imbas terparah akibat limbah sawit.

Rapat tersebut dihadiri Wakil Ketua DPRK Kharlinus, Ketua Komisi B Syarifuddin Jawa, Ketua Komisi C Sapriadi Boang Manalu, Sekretaris Komisi A Bakhtiar Husein, Sekretaris Komisi B Netap Ginting serta Sekretaris Komisi C Dedi Bancin

Sedangkan dari perusahan Sumardi Syarif dan Subangun Berutu (unsur direksi), Jamaluddin (manager pabrik) Jauhari SH (staf legal bidang hukum) dan Totok (staf ahli bidang teknis). Sedangkan wakil pemerintahan terdiri dari Kadis Lingkungan Hidup Ibnu Hajar, Camat Sultan Daulat Kamarudin serta Camat Runding Abdul Malik yang melakukan aksi walk out saat rapat berlangsung.

Sumber : Harian Analisa

Usut Kasus Penjualan Lahan di Kota Subulussalam

Posted on Updated on

Koalisasi Penyelamat Tanah Kota Subulussalam (KPTS), Kamis (13/9) menggelar aksi unjuk rasa dikantor walikota dan DPRK Subulussalam untuk mendesak penuntasan kasus jual beli lahan perkebunan Kelapa Sawit yang belakangan ini marak terjadi dikota itu.

Mangkir Kerja, Puluhan PNS Subulussalam “Diceramahi”

Posted on Updated on

Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi

Subulussalam, (Analisa) Sebanyak 70 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Subulussalam yang mangkir kerja diberi pencerahan oleh Ustaz Jamhuri SAg, dari Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam di aula Setdako setempat, Jumat (3/8).

Para pegawai ini kedapatan tidak masuk kerja ketika staf ahli kemasyarakatan dan sumber daya manusia (SDM), drh Jalaludin, dan anggota staf ahli lainnya, melakukan inspeksi mendadak ke setiap dinas, badan dan kantor di lingkungan Pemko setempat.

Dari hasil inspeksi ini, para PNS yang mangkir itu diminta hadir ke Setdako Subulussalam untuk diberi pencerahan melalui ceramah agama. Read the rest of this entry »