Serba Serbi

Dana Melimpah di Aceh

PENGELOLAAN seefektif dan seefisien mungkin serta bertujuan untuk mencapai sebesar-besar kebutuhan masyarakat! Inilah yang kita harapkan dilaksanakan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Aceh setelah menerima alokasi dana dari pemerintah pusat.

Untuk tahun 2012, Aceh—dalam hal ini provinsi dan kabupaten/kota—menerima total alokasi dana senilai Rp19,1 triliun. Dana ini diserahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada Gubernur Aceh, Irwandy Yusuf, awal pekan ini dalam bentuk Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Dibandingkan tahun ini, jumlah penerimaan untuk tahun depan itu meningkat hingga senilai Rp3,8 triliun. Tahun lalu jumlahnya hanya senilai Rp15,2 triliun. Di antara jenis dana yang diterima itu ialah Dana Alokasi Umum (DAU) Rp10,25 triliun lebih; Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam (DBH SDA) Rp7,98 triliun lebih; dan Dana Otonomi Khusus (Otsus) senilai Rp5,47 triliun lebih.
Harapan kita sama seperti harapan yang disampaikan oleh Presiden SBY seperti diutarakan Gubernur Aceh sebagaimana dikutip media lokal Aceh, yaitu supaya dana ini dipergunakan sebaik-baiknya. Tentu, indikator atau parameternya tak lain adalah tatakelola keuangan pemerintahan yang baik. Prinsip-prinsip yang harus dipenuhi itu antara lain keterbukaan, dapat dipertanggungjawabkan, tepat sasaran, berdayaguna dan berhasilguna.

Tuntutan atas pemenuhan prinsip-prinsip tatakelola keuangan pemerintahan yang baik itu makin mendapat momentum seturut munculnya temuan, kritikan, bahkan ungkapan aspirasi masyarakat, atas pengelolaan dana daerah—baik provinsi maupun kabupaten/kota—hampir sepanjang tahun dan terutama akhir-akhir ini.

Dari sisi masyarakat, kita sangat sering mendapatkan informasi bahwa aspirasi mereka untuk suatu pembangunan tidak terpenuhi. Padahal, seringkali mereka menyatakan aspirasi itu disampaikan sejak lama. Bahkan, aspirasi itu juga sudah ditampung dan dibahas dalam mekanisme musyawarah rencana pembangunan yang merupakan sistem formal yang diterapkan pemerintah. Namun, seringkali aspirasi itu gagal terwujud.

Menariknya, aspirasi-aspirasi masyarakat yang diabaikan itu justru yang selama ini menjadi prioritas kebijakan pembangunan di Aceh, seperti infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.

Pembangunan jembatan atau jalan jauh dari harapan. Masih banyak guru, terutama honorer dan kontrak yang mendapat upah sangat kecil di tengah berlimpahnya dana. Bahkan, guru dayah (pesantren) ada yang bergaji di bawah Rp100 ribu/bulan. Sehingga, muncul kesan, pemanfaatan dana pembangunan—khususnya dana Otsus di mana pembangunan bidang pendidikan menjadi salah satu yang berhak sesuai Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA)—tidak mencapai sasaran secara optimal.

Masalah lain yang muncul adalah persoalan ‘rekening liar’. Jumlahnya mencapai belasan miliar rupiah. Hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh itu membuktikan bahwa prinsip-prinsip pengelolaan keuangan pemerintah daerah belum berjalan maksimal.

Kenyataan lain ialah sebagaimana diungkapkan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Aceh atas APBA 2010 yang masih berlangsung saat ini. Legislatif menilai dan menemukan, pelaksanaan APBA 2010 sarat masalah dan berpotensi praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN).

Dengan jumlah dana yang makin besar nilainya, daerah dituntut bekerja kian keras dalam pengelolaannya. Kita harapkan tidak muncul lagi berbagai persoalan sebagaimana diungkapkan oleh legislatif.

Kemudian, setiap sen rupiah yang dikeluarkan kita harapkan adalah demi pemenuhan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Prinsip pemerataan juga jangan diabaikan. Apalagi, ini merupakan isu sentral dalam pembangunan Aceh sekarang. Alokasi untuk belanja pembangunan juga sudah seharusnya diperbesar nilainya. Jangan hanya habis terserap untuk belanja aparatur pemerintah. Dengan alokasi belanja pembangunan yang makin tinggi, akan makin banyak dan luas sektor-sektor pembangunan dan kebutuhan masyarakat yang terpenuhi.

Kita sungguh-sungguh mengharapkan melimpahnya dana atau anggaran di Aceh ini akan sejalan dengan makin membaiknya derajat kehidupan dan kesejahteraan seluruh masyarakat yang kini bagian sebagian besar masyarakat di sana masih jadi impian.

Jaringan GSM 3 Hadir di Aceh
JAKARTA :Jaringan GSM 3 (Three) mulai berupaya menjangkau seluruh provinsi di Indonesia dan mulai 2 Juni 2008 lalu hadir di provinsi di Aceh.”Sampai saat ini jaringan 3 secara efektif dapat dinikmati di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumatera,” kata Rajiv Sawhney, Presiden Direktur PT Hutchison CP Telecom Indonesia di Jakarta, Jumat.Pengembangan ke provinsi-provinsi tersebut di Indonesia dilaksanakan dalam kurun waktu kurang dari 14 bulan sejak beroperasi. Keberadaan layanan 3 di Aceh, merupakan suatu langkah penting dalam menyediakan layanan telepon genggam kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Ekspansi nasional akan terus berlanjut dan kami berharap di semester dua tahun 2008 ini, jaringan 3 dapat dinikmati di Kalimantan dan Sulawesi,” katanya.

Hingga saat ini, layanan GSM berkualitas telah tersedia di 16 provinsi di Jawa, Bali, Lombok, dan Sumatera. Jaringan 3 menjangkau 132 juta orang atau sama dengan 85 persen dari jumlah populasi Jawa dan 35 persen Sumatera, yang meliputi 2,124 kota kecamatan.

“Kehadiran 3 di Aceh merupakan kunci penting dari rencana pengembangan jaringan kami di Sumatera dan ini sangat sesuai dengan komitmen kami dalam menyediakan layanan telepon berkualitas dengan harga terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Aceh memegang peranan yang penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia, kami sangat bangga dapat menjadi bagian penting di dalamnya,” ujarnya.

Layanan jaringan 3 kini telah tersedia di beberapa wilayah utama di sekitar Nanggroe Aceh Darussalam, seperti Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Banda Aceh, Kota Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Singkil, Nagan Raya, Banda Aceh, Sabang, Gayo Luwes, Bener Meriah, dan wilayah-wilayah sekitarnya.

Jajaran 3 selalu mengedepankan kesederhanaan, fleksibilitas dan nilai ekonomis. Untuk menyejajarkan diri dengan ketiga nilai-nilai tersebut, 3 akan selalu tampil dengan serangkaian produk-produk yang atraktif dan inovatif serta tarif yang murah seperti, kartu perdana spesial (kartu perdana seharga Rp20.000 dengan isi lebih dari Rp75.000) yang tersedia di kota-kota di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Paket Promosi Combo Spesial: Gratis SMS dari 3 ke 3, dan Tarif Rp1/menit untuk percakapan ke sesama 3 dari pukul 01.00 pagi sampai jam 09.00 pagi yang didapat langsung setelah pengguna melakukan aktivasi.

Pilihan voucher isi ulang yang inovatif : Voucher fisik Rp1.000 s/d Rp100.000, pulsa elektronik kelipatan 100 rupiah mulai dari Rp1000 sampai berapa saja.

Selain dari layanan dasar bicara dan sms, 3 juga menyediakan dunia hiburan dan informasi melalui Planet 3. Layanan ini tersedia bagi pelanggan via SMS (333), WAP, http://www.three.co.id, USSD menu browser (*333#), respons interaktif (333/789), atau dengan mengunjungi gerai 3 terdekat.

Dengan menggunakan 3, pelanggan juga dapat mengakses berbagai content melalui layanan speech recognition. Hanya dengan menekan 789, ikuti perintah yang terdengar, pilih menu yang diinginkan, selanjutnya Anda akan menerima konten yang diinginkan. Fitur-fitur menarik seperti sms berwarna dan ring back tone juga tersedia di 3.

Tarif Murah Tanpa Tapi 3 Rp399/menit berlaku ke semua operator, dari menit pertama sepanjang hari selama 24 jam setiap harinya, tanpa ‘TAPI’ dapat dinikmati langsung oleh pelanggan 3 setelah aktivasi. (Ant/OL-06)


16 thoughts on “Serba Serbi

    Ridwan Alid said:
    August 22, 2008 at 9:26 am

    saya mencari jadwal imsakiyah ramadhan 1429 H
    untuk wilayah subulussalam
    Mohon kalau ada kirim ke wan_aul@yahoo.co.uk
    thank’s

    Aimans said:
    March 10, 2009 at 10:50 am

    Untuk wilayah Subulussalam Jaringan 3 sudah bisa dinikamti belum, tks

      andesconet responded:
      March 10, 2009 at 11:48 am

      Belum bisa bos….

    Aimans` said:
    April 7, 2009 at 3:47 am

    Buat mas Pengelola tolong donk, prifil bakal buah juga di upload !!! heeeeee,,,,

    puful said:
    April 7, 2009 at 5:59 am

    ya dah biar ku online di web ku ja

    marhalim said:
    April 19, 2009 at 9:42 am

    Assalam…..Subulussalam Online
    Tolong di Tautkan web ku juga di Subulussalam Online yaitu marhalimselian.wordpress.com

    Semoga subulussalam jaya

    rahmad lubis said:
    May 23, 2009 at 3:43 am

    rindu sama s,salam kaya nya tambah rame aja sukses lah s,salam

    @min $. said:
    June 7, 2009 at 1:40 am

    broe…… dites kok gak bisa…. ne kan wilayah Aceh… tu kabar yang bener ja donk….

    adieavan said:
    September 4, 2009 at 7:24 am

    untuk pemerintah kota subulussalam…kapan jalan ke trans A3…di aspal…soalnya kalo ujan para cekgu dan siswa…harus rela masuk kelas dengan kubangan…

    kalak Gumbu said:
    September 15, 2009 at 6:07 am

    ha…ha…jgnkan jalan ke trans A3 nun jauh disana…..Jln Cut Nyak Dhien ama Jln Malikussaleh yang tiap hari dilintasi pejabat Subulussalam aj, kupak kapiknua nauzubillah min jalik……………………………….
    padahal kantor Dinas Pu itu ada di Jln Malikussaleh, apa gak keliatan ya………………..

    Afniaty Ujung said:
    December 16, 2009 at 8:00 am

    CPNS yang adil napa ?

      Afniaty Ujung said:
      December 16, 2009 at 8:01 am

      Subulussalam kapan pengumuman cpns ?

    Marwan Longkib said:
    January 13, 2010 at 5:20 am

    pak walkot, tolong perhatikan SDN Ginasing… Gurunya yang PNS cuma 3 orang yang mengajar dari kelas 1 sampe kelas 6..

    4nd1 said:
    January 9, 2012 at 3:41 am

    b4nk.. : untuk sekarang ini kartu 3 (three) di wilayah subulussalam udah bisa di gunakan blm?

      andesconet responded:
      January 10, 2012 at 4:00 am

      3 belum bisa di Kota Subulussalam

    lukman hujung said:
    January 17, 2012 at 4:57 am

    pak wali kota, kapan desa panji bisa masuk listrik PLN ?? , padahal kan kbl PLN y dah dekat dari tran A3 ke desa panji dan desa seperkas. jgn dari jaman penjajahan sampai sekrang sblussal dah jd kota kedua desa tersebut sama. tanpa ada listrik pln . terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s