You are currently browsing the daily archive for July 7th, 2008.
SUBULUSSALAM – Nama Drs Martin Desky yang baru dua hari dilantik sebagai Penjabat Wali Kota Subulussalam dicatut oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk menipu dan meminta uang dalam jumlah tertentu. Modusnya, pelaku menghubungi sejumlah pejabat di sana melalui telepon seluler agar mengirimkan sejumlah uang ke nomor rekening, tetapi sejauh ini belum ada yang menjadi korbannya. Seperti yang disampaikan Baginda Nasution, staf Setdakot Subulussalam kepada Serambi, Rabu (2/7) kemarin. Menurut Baginda, sekitar pukul 11.49 WIB dia ditelepon seorang lelaki yang mengaku Pj Walikota Subulussalam, dari nomor handphone 08180711886. Sang Pj Gadungan itu mengaku hendak berangkat ke Medan dan meminta uang sebesar Rp 50 juta.
Ini saya, Pak Pj, perlu uang lima puluh juta untuk ke Medan, kata Baginda menirukan Sang Pj tersebut Baginda beralasan baru dapat mengirimkan uang tersebut pada pukul 14.00 WIB. Sebab, dia mengaku mulai curiga karena ada beberapa kejanggalan, antara lain nomor kontak yang digunakan serta alasan mau ke Medan. Baginda mengaku telah menyimpan nomor telepon seluler Martin Desky yang sebenarnya. Lagi pula, setahu saya, kemarin Pak Pj ada bilang dia mau ke Kutacane dulu bukannya ke Medan, tambah Baginda
Di hadapan sejumlah wartawan, Baginda kembali memancing sang penelepon tersebut dengan mengirim pesan kalau dia telah ada di bank untuk melakukan transfer. Tak berselang lama, sang Walikota gadungan itu langsung menelpon dan menanyakan apakah nominal uang yang diminta sesuai. Ketika ditanyakan kapan masuk ke Kota Subulussalam, si pelepon itu menjawab, hari Jumat.
Diakhir pembicaraan, si Martin itu pun menyarankan agar uang tersebut tidak perlu ditransfer karena akan ada orang kepercayaannya yang akan mengambil.
Sore nanti saya suruh orang yang mengambilnya,kata Martin dari balik telpon. Guna mengantisipasi terjadinya hal-hal tak diinginkan, Baginda melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
Kasus pencatutan nama Pj Walikota ini ternyata tak hanya menimpa Baginda tetapai juga Drs Salbunis Kepala Dinas Pendapatan Pengelolan Kuangan Aset Daerah (PPKAD). Sekitar pukul 11.00 WIB, Salbunis pun mengaku mendapat telepon bernomor 08161870997 dari seseorang yang mengaku bernama Syahrul staf biro pemerintahan Propinsi NAD. Syahrul mengatakan kalau Pj Walikota Martin mau berbicara. Lantas orang yang mengaku walikota mengambil telepon dan langsung menyampaikan dia perlu uang 150 juta untuk urusan ke Jakarta, terang Salbunis
Meskipun telah curiga, namun Salbunis tetap meneruskan pembicaraan dengan memancing sang walikota gadungan itu dengan meminta nomor rekening bank agar uang dapat segera ditransfer. Tawaran itu langsung disambut sang walikota seraya bertanya bank apa saja yang ada di Subulussalam. Saya bilang, bank apa saja ada, tiba-tiba telepon diputus,tandas Salbunis
BANDA ACEH – Gubernur Irwandi Yusuf melantik Asisten I Setdaprov Aceh, Marthin Deski, sebagai Penjabat (Pj) Walikota Subulussalam menggantikan Asmauddin SE yang sudah berakhir masa tugasnya, di Gedung Serbaguna Kantor Gubernur Aceh, Senin (30/6) Dalam amanatnya, Gubernur Irwandi Yusuf mengharapkan kepada Pj Walikota Subulussalam yang baru itu untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Subulussalam, agar kota yang baru dimekarkan dari Kabupaten Aceh Singkil itu bisa secepatnya memiliki kepala daerah yang definitif.
Terkait dengan proses pelaksanaan pilkada itu, Gubernur mengharapkan agar pesta demokrasi tersebut dapat berlangsung pada Oktober mendatang. Jadwal yang sama juga diharapkan bagi pelaksanaan pilkada Pidie Jaya yang dimekarkan dari Kabupaten Pidie, bersamaan dengan proses pemekaran Kota Subulussalam itu.
Tugas pokok yang harus dilakukan saudara Marthin Deski sebagai Pj Walikota adalah memastikan pelaksanaan Pilkada bisa berlangsung Oktober 2008 mendatang. Maka mulai sekarang Pj baru ini harus segera melakukan konsultasi dengan pihak terkait dalam soal Pilkada, seperti dengan pihak DPRK dan KIP, kata Gubernur Irwandi sembari menambahkan hal yang sama juga berlaku bagi Pidie Jaya.
Dikatakannya, apabila sampai Oktober 2008 nanti, pilkada tidak bisa dilakukan bagi kedua daerah pemekaran tersebut, maka kemungkinan sulit bisa dilaksanakan untuk dalam tahun ini. Sebab tahun 2009 berbenturan dengan pelaksanaan dua agenda politik yang cukup besar secara nasional yaitu, Pemilu dan Pilpres.Maka saya tekankan sekali lagi, Pilkada Subulussalam dan Pidie Jaya harus dilaksanakan Oktober, tegas Irwandi.
Menurut Irwandi, suatu daerah baru yang terlalu lama kepala daerahnya di pimpin oleh Pj tidaklah baik bagi perkembangan dan kemajuannya.;Saya berharap dua kabupatebn/kota yang daerah baru ini sudah ada pemimpin definitif dalam tahun ini; kata Irwandi kepada wartawan usai acara pelantikan tersebut.
Gubernur menilai Marthin Deski akan mampu mengemban tugas pokok tersebut, karena sebelumnya ia yang pernah diberi tugas sebagai Pj Bupati Aceh Tenggara tahun 2007 untuk menyelesaikan kemelut persoalan Pilkada di daerah itu mampu dituntaskannya. Sosok Marthin saya tidak ragu lagi, dan ini pilihan yang tepat, kata Gubernur.
Di samping itu, Irwandi juga menegaskan, dalam Pilkada nanti Pj Walikota harus bersikap netral dan tidak boleh ada keberpihakan pada salah satu pasangan calon.;Netralitas ini sangat penting, dan ini amanah yang dicantumkan dalam ketentuan. Kalau ada keberpihakan berarti sudah melakukan pelanggaran, konsekwensinya akan berhadapan dengan hukum; tegas Gubernur.
Sedangkan jabatan Marthin Deski sebagai Asisten I Sekdaprov tidak diganti, tegas Gubernur Irwandi, dan untuk menjalankan tugas pada jabatan yang ditinggalkannya itu akan ditunjuk seorang pejabat sebagai pelaksana tugas harian (Plh). Kemungkinan untuk sementara waktu kita akan tunjuk Plh Asisten I adalah Kepala Biro Pemerintahan katanya.
Sementara, Marhtin Deski yang ditanyai Serambi usai pelantikan tersebut mengatakan, kepercayaan yang diberikan ini akan dijalankan sebaik-baiknya. Terkait semua itu, katanya, ia sangat mengharapkan dukungan semua pihak, termasuk berbagai elemen masyarakat Kota Subulussalam. Tanpa ada dukungan, maka saya tidak akan bisa melakukan apa pun, katanya.
sumber : http://serambinews.com/


