You are currently browsing the monthly archive for July 2008.
JAKARTA, BPOST – Otak manusia tidak didesain untuk mengemudi sekaligus berbicara melalui telepon seluler, meskipun menggunakan alat bantu seperti headset, speaker atau perangkat hands-free.
Berkendara sambil berbicara melalui telepon ala film aksi Hollywood yang penuh adegan kebut-kebutan, seperti dikatakan Dr David Strayer, psikolog dari University of Utah, bahkan lebih berbahaya dibanding pengemudi mabuk.
Studi pada 2005 yang hasilnya sudah dipublikasikan jurnal Human Factors, tim Dr Strayer mengamati 41 pengendara dalam empat sesi. Berlangsung melalui simulator yang didesain sedemikian rupa sehingga mendekati kondisi jalanan sebenarnya, sepanjang 24 mil.
Selama tiga hari, pengendara membawa mobil dalam berbagai kondisi, setengah mabuk, setelah menyisip orange jus campur vodka. Kemudian sambil berbicara melalui telepon, baik menggunakan hands-free ataupun tidak.
Hasilnya menujukkan, dibanding pengendara dengan kadar alkohol dalam darah melebihi batas normal, pengemudi yang berbicara melalui telepon seluler, 18% cenderung menabrak kendaraan di depannya dan senggolan dengan mobil di samping belakang. Kalaupun tidak kecelakaan, laju kendaraan lebih lambat sehingga mengganggu alur lalu lintas yang menyebabkan jalanan macet.
Dari pengamatan laboratorium terlihat, dua perintah kepada otak secara bersamaan yakni dari waspada saat mengemudi dan konsentrasi dengan pembicaraan telepon, melebihi kapasitas muatan otak.
Walaupun pengemudi cukup paham dengan bahaya bertelepon, namun tidak cukup untuk menghentikan kebiasaan itu. Karena, berbicara di telepon dianggap tidak ada apa-apanya. Sementara itu dalam otak terjadi kompetisi lain yaitu kemampuan mendengar. Otak bekerja keras untuk memahami bahasa pembicaraan.
Jadi larangan berbicara melalui telepon seluler sambil mengemudi, sudah waktunya diperluas lagi, dengan tidak ada pengecualian meskipun menggunakan hands-free.
http://www.banjarmasinpost.co.id
Suksesi di Subulussalam
Seorang Balon Mendadak Sakit Jelang Baca Quran
SUBULUSSALAM – Gatot Tistiono, bakal calon (balon) wakil walikota Subulussalam yang berpasangan dengan Mahadi Bancin mendadak sakit sesaat menjelang tes kemampuan baca Quran dilaksanakan di Masjid Asilmi Kota Subulussalam, Kamis (28/7) kemarin. Tes itu sendiri merupakan persyaratan bagi setiap kandidat walikota maupun wakil walikota di Aceh, sebagaimana aturan Qanun Pilkada
Menurut kabar yang beredar, tekanan darah Gatot Tistiono yang merupakan kapten purnawirawan itu mendadak naik hingga 180/100 (dari tensi normal tekanan darah manusia 120/80). Alhasil, Gatot yang seharusnya diuji kemampuannya membaca Quran pada urutan ke-18, terpaksa ditunda. Read the rest of this entry »
BANDA ACEH – Kelangkaan premiun yang terjadi di Kota Subulussalam sejak awal Juli lalu karena transportasi darat ke daerah itu relatif sulit. Pertamina berjanji dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Subulussalam untuk mengatasi kelangkaan bensin di daerah itu. Transportasi ke Kota Subulussalam tergolong sulit, sehingga upaya pemenuhan kebutuhan BBM di daerah itu mengalami kendala, kata Rustam Aji, staf Humas PT Pertamina Region I Medan menjawab Serambi via telepon seputar kelangkaan premian di sebagian Aceh akhir-akhir ini.
Menjawab Serambi apakah kelangkaan itu karena Pertamina tidak mamasok sesuai jatah, Rustam mengaku jumlah yang dipasok ke SPBU-SPBU sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah atas persetujuan DPR telah menetapkan kuota BBM bersubsidi, baik premium, solar maupun minyak tanah untuk seluruh Provinsi. Jumlah yang kami salurkan sesuai kuota itu, tidak dapat ditambah atau dikurangi, katanya.
Ditambahkan Rustam, kalaupun terjadi kelangkaan sewaktu-waktu, lebih karena transportasi ke daerah yang dituju relatif sulit.
Sementara itu Sales Representative Pertamina Cabang Banda Aceh, Awan Raharjo, yang ditanyai Serambi seputar upaya Pertamina mengatasui kelangkaan BBM di Subulussalam, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Subulussalam.
Kami rencanakan pada minggu ke empat bulan Juli ini akan berkoordinasi dengan Pemko Subulussalam untuk mencari solusi mengatasi kelangkaan BBM di sana,” katanya melalui ponsel, kemarin.
Dikatakan Awan Raharjo, distribusi BBM ke Subulussalam dan kota-kota lain di kawasan Barat-Selatan Aceh dilakukan Pertamina melalui Depot Pertamina di Labuhan Deli, Sumatera Utara. Karena kawasan itu lebih dekat ke Medan dibandingkan ke Banda Aceh.
Dia memperkirakan sejak awal Agustus nanti pasokan BBM ke Subulussalam akan lancar.Kami sedang berupaya agar sejak Agustus nanti pasokan BBM ke daerah itu akan bisa lancar,imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan Serambi sebelumnya, sejak awal Juli lalu, premium langka di Subulussalam. Akibat sering mengalami kelangkaan itu, harga eceran bensin di kios-kios di pinggir jalan semakin menyengsarakan rakyat. Para pengecer BBM bahkan berani mematok harga bensin hingga Rp 9.000-10.000 per liter.
Seorang pemilik SPBU, H Syafriadi Manik yang ditanyai Serambi mengatakan, kelangkaan bensin sering terjadi pasca perubahan perusahaan pengangkutan. Saat ini, kata dia, pengangkutan BBM dilakukan oleh perusahaan PT Elnusa Transport. Perusahaan ini sering lambat memasok BBM karena minimnya armada (mobil tangki).
Sebelumnya, lanjut dia, pengangkutan dilakukan oleh tiga perusahaan seperti PT Miduk Arta, PT Jasa Permana dan PT Taman Midi. Sebaiknya pengangkutan dikembalikan pada pola lama agar tidak lagi terjadi kelangkaan BBM baik di Singkil maupun Kota Subulussalam, kata Syafriadi yang kerap disapa Oyon itu.
sumber : serambinews.com
SUBULUSSALAM – Dua dari lima calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Subulussalam yang telah dinyatakan lulus seleksi oleh Komisi A DPRK Subulussalam, dinyatakan gugur oleh Banwaslu Pusat. Kedua calon yang sebelumnya lulus dan telah diumumkan di media masa adalah Dedi Iskandar dan Abdullah Basir Berutu. Mereka dinyatakan gugur karena terbentur usia seperti yang diamanatkan UU No 22 Tahun 2007 yakni 35 tahun. Ketua DPRK Subulussalam, Ansari Idrus Sambo yang dihubungi pertelepon mengatakan, hal tersebut terjadi akibat kesalahan penafsiran terkait perekrutan yang dilakukan belum lama ini. Menurut Ansari, perekrutan calon anggota Panwaslu Kota Subulussalam dilaksanakan dengan mengacu kepada Qanun No 7 tahun 2007 yang mensyaratkan batas usia minimum 30 tahun. Sementara pihak Banwaslu pusat berpegang pada UU Nomor 22 Tahun 2007 yang mensyaratkan usia minimal calon anggota panwaslu adalah 35 tahun.
Guna mengatasi kekosongan tersebut, kata Ansari, pihaknya harus mengambil calon lainnya yang lulus cadangan. Hanya saja, kata dia, dari sebelas nama hanya Ibnu Muslim yang memenuhi kriteria terkait. Kondisi ini membuat DPRK Subulussalam harus merekrut seorang lagi calon anggota Panwaslu setempat.
Ansari juga mengatakan, kedua calon yang gugur telah menerima keputusan tersebut. Waktu merekrut kemarin kita berpedoman pada Qanun Aceh di situ usia hanya 30 tahun tapi sampai di Jakarta ternyata mereka mengacu pada UU nomor 22 tahun 2007 di mana usia harus 35 tahun, terang Ansari.
Sumber : http://serambinews.com
Pilkada Subulussalam
Sudah Enam Calon Ambil Formulir
SUBULUSSALAM – Sejak dibukanya kesempatan mengambil formulir oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kota Subulussalam sejak Minggu (20/7), saat ini sudah enam calon walikota dan wakil walikota setempat yang mengambil formulir pencalonan. Demikian disampaikan Sumardi, Ketua Pokja Pencalonan pada KIP Subulussalam, kepada Serambi, Senin (21/7). Pasangan kandidat walikota dan wakil walikota yang sudah mengantongi formulir itu masing-masing Rusdi Hasan-Ismail, Muslim Aiyub-Usni Basyaruddin, Zainuddin-Badal, dan Merah Sakti-Affan Alfian Bintang. Sedangkan dua calon yang belum memiliki pasangan, tapi sudah mengambil formulir adalah Mahadi Bancin dan Hasbi Payung.
Sampai sekarang yang datang mengambil formulir baru enam calon, dua di antaranya belum ada pasangan. Sesuai dengan ketentuan, pada saat mengembalikan formulir nantinya mereka sudah harus punya pasangan, kata Sumardi.
Muslim Ayub Menangkan Kovensi
Merah Sakti Tempuh Jalur Independen
SUBULUSSALAM – Anggota DPR Aceh dari Fraksi PAN, Muslim Ayub, akhirnya memenangkan konvensi Partai Golkar untuk calon walikota yang akan diusung oleh partai tersebut dalam Pilkada Kota Subulussalam Oktober 2008. Dalam konvensi yang berlangsung, Sabtu (19/7), di Gedung DPRK setempat,Muslim menggungguli calon lainnya, Merah Sakti yang merupakan kader Golkar
Kegiatan sehari penuh yang mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian setempat, melibatkan wakil dari DPP (memiliki 20 persen suara), DPD I (30 persen), DPD II (20 persen), 12 pimpinan kecamatan (20 persen), organisasi sayap/pendiri Golkar (10 persen).
Dari sembilan kertas suara yang dikeluarkan panitia, sebenarnya Muslim hanya mendapat dua suara, namun persentasenya mencapai 50 persen karena pemilihnya terdiri dari DPD I dan II. Sedangkan Sakti hanya memperoleh 30 persen suara yang kesemuanya berasal dari pimpinan kecamatan dan organisasi sayap.
Kekalahan Sakti pada konvensi itu membuat ratusan pendukung yang turut hadir kecewa bahkan tak sedikit yang menitikkan air mata. Mereka bahkan mengaku merasa terzalimi oleh ambisi para petinggi partai sebab meskipun suara mereka yang banyak tetap dikalahkan oleh dua suara dari pengurus tertinggi partai tersebut. Kendati kecewa berat, Sakti meminta para pendukungnya tetap tenang dan sabar tanpa melakukan anarkisme.
BANDA ACEH – Kelangkaan premiun yang terjadi di Kota Subulussalam sejak awal Juli lalu karena transportasi darat ke daerah itu relatif sulit. Pertamina berjanji dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Subulussalam untuk mengatasi kelangkaan bensin di daerah itu. Transportasi ke Kota Subulussalam tergolong sulit, sehingga upaya pemenuhan kebutuhan BBM di daerah itu mengalami kendala, kata Rustam Aji, staf Humas PT Pertamina Region I Medan menjawab Serambi via telepon seputar kelangkaan premian di sebagian Aceh akhir-akhir ini.
Menjawab Serambi apakah kelangkaan itu karena Pertamina tidak mamasok sesuai jatah, Rustam mengaku jumlah yang dipasok ke SPBU-SPBU sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah.
Pemerintah atas persetujuan DPR telah menetapkan kuota BBM bersubsidi, baik premium, solar maupun minyak tanah untuk seluruh Provinsi. Jumlah yang kami salurkan sesuai kuota itu, tidak dapat ditambah atau dikurangi, katanya.
Ditambahkan Rustam, kalaupun terjadi kelangkaan sewaktu-waktu, lebih karena transportasi ke daerah yang dituju relatif sulit.
Sementara itu Sales Representative Pertamina Cabang Banda Aceh, Awan Raharjo, yang ditanyai Serambi seputar upaya Pertamina mengatasui kelangkaan BBM di Subulussalam, mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini akan mengadakan pertemuan dengan Pemko Subulussalam.
Kami rencanakan pada minggu ke empat bulan Juli ini akan berkoordinasi dengan Pemko Subulussalam untuk mencari solusi mengatasi kelangkaan BBM di sana,” katanya melalui ponsel, kemarin.
Dikatakan Awan Raharjo, distribusi BBM ke Subulussalam dan kota-kota lain di kawasan Barat-Selatan Aceh dilakukan Pertamina melalui Depot Pertamina di Labuhan Deli, Sumatera Utara. Karena kawasan itu lebih dekat ke Medan dibandingkan ke Banda Aceh.
Dia memperkirakan sejak awal Agustus nanti pasokan BBM ke Subulussalam akan lancar.Kami sedang berupaya agar sejak Agustus nanti pasokan BBM ke daerah itu akan bisa lancar,imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan Serambi sebelumnya, sejak awal Juli lalu, premium langka di Subulussalam. Akibat sering mengalami kelangkaan itu, harga eceran bensin di kios-kios di pinggir jalan semakin menyengsarakan rakyat. Para pengecer BBM bahkan berani mematok harga bensin hingga Rp 9.000-10.000 per liter.
Seorang pemilik SPBU, H Syafriadi Manik yang ditanyai Serambi mengatakan, kelangkaan bensin sering terjadi pasca perubahan perusahaan pengangkutan. Saat ini, kata dia, pengangkutan BBM dilakukan oleh perusahaan PT Elnusa Transport. Perusahaan ini sering lambat memasok BBM karena minimnya armada (mobil tangki).
Sebelumnya, lanjut dia, pengangkutan dilakukan oleh tiga perusahaan seperti PT Miduk Arta, PT Jasa Permana dan PT Taman Midi. Sebaiknya pengangkutan dikembalikan pada pola lama agar tidak lagi terjadi kelangkaan BBM baik di Singkil maupun Kota Subulussalam, kata Syafriadi yang kerap disapa Oyon itu.
sumber : http://serambinews.com/






