You are currently browsing the daily archive for June 21st, 2008.
Australia-Indonesia Latih Sekdes
(SUBULUSSALAM) – Australia Indonesia Partnership for Reconstruction and Development (AIPRD) Local Governance and Infrastructure for Communications in Aceh (LOGICA) Project, sebuah lembaga kerjasama Australia-Indonesa yang salah satu usahanya memberikan peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan kampong (desa-red), Sabtu-Senin (31/5-2/6) memberi kegiatan terkait bagi 74 Sekretaris Desa (Sekdes) se-Pemko Subulussalam, di gedung SMA Unggul Subulussalam.
Pada acara penutupan, Senin (2/6), Farid Hadi Rahman unsur AIPRD LOGICA mengatakan, di beberapa daerah kabupaten/kota se-NAD yang telah dilakukan kegiatan serupa bagi aparat desa, pihaknya yakin kalau ke depan para Sekdes se-Pemko Subulussalam akan mampu memberi yang terbaik bagi daerah ini.
“Antusias dan kemampuan para Sekdes di daerah ini cukup baik,” puji Farid di hadapan Ketua DPRK Subulusalam, unsur yang mewakili Pabung Polres, Pj. Sekretaris Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemko Subulussalam dan para peserta pelatihan.
Sementara Pj. Walikota Subulussalam H. Asmauddin, SE dalam sambutannya sesaat akan menutup acara, minta jajaran Sekdes se-Pemko Subulussalam benar-benar mampu menerapkan ilmu yang diterima melalui pelatihan tiga hari itu.
Asmauddin minta peran aktif Sekdes yang harus mampu memenej administrasi desa, menyusun anggaran dan hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan desa tanpa mengabaikan prinsif musyawarah dan senantiasa berkoordinasi dengan Kepala Desa terkait harus dikedepankan. “Dengan agenda pelatihan peningkatan kapasitas aparat kampong, saudara-saudara harus proaktif dan peduli dengan pemerintahan di desa,” tegas Asmauddin
Subulussalam – Bursa bakal calon (balon) Walikota Subulussalam, dilaporkan mulai muncul, meskipun Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di kota termuda di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) itu baru akan digelar Juli 2008.
Informasi yang diperoleh di Banda Aceh, Kamis (6/9), DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Subulussalam pada Musyawarah daerah pertama telah menentapkan Muslim Ayub, SH, M.Hum sebagai balon Walikota yang berada di perbatasan Sumatera Utara (Sumut)-Aceh.
Dengan demikian, Muslim Ayub yang kini sebagai anggota DPR Aceh (DPRA) itu merupakan balon walikota pertama, karena dari dari parati lainnya dan jalur independen belum ada yang mengajukan nama-nama dan mencalonkan diri.
Kota Subulussalam yang baru diresmikan awal tahun 2007 itu merupakan daerah pemekaran Kabupaten Aceh Singkil, bahkan sebelumnya wilayah itu masuk dalam Kabupaten Aceh Selatan.
Muslim Ayub saat dikonfirmasi mengakui bahwa dirinya telah ditetapkan sebagai balon Walikota Subulussalam oleh DPD PAN setempat pada hasil Musda lalu.
Ketika ditanya berpasangan dengan siapa, ia menyatakan, hingga saat ini belum ada dan masalah itu akan dibicarakan lebih lanjut, apakah orang dari birokrat atau politisi.
Informasi yang berkembang, PAN akan menggandeng calon dari Partai Golkar, namun siapa yang akan diajukan oleh partai berlambang pohon beringin itu belum diketahui. Ketika ditanya misi visi, Muslim Ayub menyatakan, apabila dirinya menjadi Walikota, maka program utama adalah memperdayakan ekonomi masyarakat khususnya di sektor pertanian dan perkebunan karena potensinya cukup besar, selain sektor perdagangan.
Di sektor perkebunan, kelapa sawit merupakan salah satu komoditi unggulan di Kota Subulussalam, disamping komoditi lainnya, seperti kemiri dan coklat.
Kota Subulussalam yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sumatera Utara bisa dijadikan daerah transit berbagai jenis komoditi yang akan dipasok ke Sumut dan pantai barat selatan Aceh
