Rahmat Saputra korban oknum polisi

Rahmat Saputra (11), Selasa (8/12) menunjukan bagian tubuhnya yang membiru akibat penganiyaan tiga orang warga salah satunya oknum anggota Polres Aceh Singkil. SERAMBI/DEDE ROSADI

SUBULUSSALAM – Pemerintah Kota Subulussalam membentuk satu tim identifikasi lapangan untuk menangani masalah sengketa tanah antara warga dengan perkebunan kelapa sawit PT Mitra Sejati Sejahtera Bersama (MSSB). Pembentukan tim mencuat dalam pertemuan antara masyarakat Kecamatan Sultan Daulat dan Runding dengan pihak perkebunan PT MSSB yang difasilitasi Pemko Subulussalam, Selasa (24/11) di Aula Setdako Subulussalam Dalam pertemuan itu, Walikota Merah Sakti sempat menampik berbagai tudingan yang tak sedap terhadap dirinya saat mencalonkan diri menjadi walikota setempat. Dia mengaku tidak dapat menerima tudingan bahwa dirinya telah menjualkan tanah kepada perusahaan PT MSSB. Sakti menegaskan tudingan tersebut menjurus pada fitnah yang sengaja dihembuskan oleh sejumlah oknum di sana. “Ini terpaksa saya klarifikasi agar tidak ada opini publik yang berkembang seakan-akan saya yang menjual tanah ke perusahaan ini sama sekali tidak benar. Saya tegaskan saya tidak pernah menjual tanah kepada perusahaan,” ujar Sakti. Read the rest of this entry »

Ribuan Jamaah mendengar khutbah usai melaksanakan shalat Idul Adha 1430 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Jumat (27/11). Pada kesempatan itu khatib Muhammad Nazar mengajak umat muslim untuk berkurban meringankan beban sesama.

Sumber: Acehkita

SUBULUSSALAM – Sedikitnya enam ekor sapi bantuan Provinsi Aceh kepada sejumlah peternak di Kota Subulussalam dilaporkan mati, setelah sekira sepekan dipakan warga penerima. Akibatnya, para penerima menuntut ganti sesuai dengan kesepakatan antara pihak penerima dengan Pemerintah. Read the rest of this entry »

SUBULUSSALAM – Kebakaran hutan sebagai salah satu ekses degradasi hutan maupun ilegal loging dinilai menjadi ancaman bagi kelestarian satwa liar dan langka. Selain itu, perburuan dan perdagangan satwa, baik untuk dikonsumsi maupun sebagai hiasan atau sekedar peliharaan harus diantisipasi guna menghindarkan kepunahan satwa.

“Kita harus menjaga agar kekayaan ini tetap lestari dan bermanfaat,” tegas wakil walikota Subulussalam, Affan Alfian Bintang, tadi malam.

Menurutnya, SK Presiden RI No 4 tahun 1993. Salah satu tujuannya, adalah merangsang dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mencintai dan menjaga kekayaan flora dan fauna.

Karenanya, diingatkan semua komponen masyarakat agar tidak bertindak yang mengakibatkan terjadinya kerusakan dan kepunahan flora maupun fauna.

“Semua komponen masyarakat untuk merubah prilaku dan cara berfikir ke arah yang lebih peduli terhadap kekayaan alam, karena di samping melestarikan lingkungan hidup juga untuk menjaga kejayaan negeri serta mengantisifasi jangan sampai generasi negeri ini tidak kenal flora dan fauna,” himbaunya.
sumber :waspada

kayu tangkapan

Memeriksa kayu tangkapan

Kapolsek Penanggalan, Kota Subulussalam, AKP Iskandar bersama anggota memeriksa kayu tangkapan yang diangkut dengan menggunakan beca bermotor dan mobil pikap jenis cary. SERAMBI/KHALIDIN

jembatan

Jembatan utama yang menghubungkan ruas jalan provinsi Singkil-Medan, Sumut, di kawasan Lae Petal mulai jebol. Beberapa waktu lalu kepala jembatan ini sempat amblas ke dasar sungai. Foto direkam Sabtu (16/10).SERAMBI/DEDE ROSADI

SINGKIL – Kapal nelayan luar negeri, seperti dari Thailand, dilaporkan masih menjarah kekayaan laut di Kabupaten Aceh Singkil. Begitu juga kapal yang menggunakan pukat harimau dari luar daerah sering menangkap ikan secara illegal. Mereka melakukan aksi sapu bersih dari ikan besar dan kecil. Kondisi ini menyebabkan nelayan setempat tersisih akibat berkurangnya hasil tangkapan mereka. Read the rest of this entry »

SUBULUSSALAM – Pianti Mala, resmi ditetapkan sebagai pimpinan definitf DPR Kota Subulussalam periode 2009-2014. Penetapan tersebut berdasarkan kesepakatan seluruh anggota DPRK dalam rapat paripurna di Gedung DPRK Jalan Pertemuan, Subulussalam, Jumat (16/10). Seluruh anggota DPR Kota Subulussalam sepakat untuk menjadikan pimpinan sementara DPRK sebagai pimpinan definitif. Dalam sidang paripurna yang dipimpin Pianti itu, tidak ada satu pun dari anggota DPRK melakukan interupsi. Mereka semuanya menyatakan setuju ketika ditanya tentang penetapan pimpinan dewan definitif. Read the rest of this entry »

idulfitri3